- Kementerian Kesehatan mencatat 401.586 kasus ISPA akibat kebakaran hutan di tujuh provinsi hingga 2 November 2026.
- Kasus ISPA terbanyak menyerang anak balita serta kelompok usia rentan lainnya di berbagai wilayah terdampak polusi.
- Pemerintah menyediakan fasilitas rumah oksigen untuk memastikan pasien gangguan pernapasan mendapatkan akses pengobatan yang memadai.
Untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, Kemenkes memastikan dukungan oksigen dapat diakses oleh pasien yang membutuhkan.
Di Provinsi Riau, terdapat 10 rumah oksigen yang disiapkan sebagai bagian dari dukungan penanganan dampak kesehatan akibat karhutla.
Widyawati menegaskan, perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada jumlah fasilitas rumah oksigen yang tersedia.
Hal yang lebih penting adalah memastikan masyarakat, khususnya pasien dengan gangguan pernapasan, dapat memperoleh akses oksigen ketika dibutuhkan.
"Perhatian kami sebenarnya bukan semata-mata jumlah dari rumah oksigen saja yang tersedia, melainkan juga bagaimana memastikan dukungan oksigen tersebut dapat diakses masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi pasien-pasien yang terganggu pernapasannya," katanya.
Dengan masih tingginya jumlah kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla, pemantauan kesehatan masyarakat dan kemudahan akses layanan kesehatan menjadi perhatian penting, terutama bagi balita, lansia, ibu hamil, penderita asma, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan. (Antara)