- BBKSDA Riau meningkatkan mitigasi setelah penemuan jejak harimau sumatera remaja di Kampar pada November 2026.
- Jejak baru satwa dilindungi tersebut mengarah ke kawasan semak belukar Hutan Kebun Raya Universitas Pahlawan Bangkinang.
- Petugas mengedukasi warga, melarang aktivitas di kebun raya, serta berencana memasang kamera pemantau dan menilai risiko.
SuaraRiau.id - Kemunculan harimau sumatera di kawasan Jalan Lingkar Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, membuat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meningkatkan upaya mitigasi.
Tim BBKSDA Riau menemukan jejak baru satwa dilindungi tersebut di sekitar lokasi awal penemuan jejak pada Minggu (1/11/2026).
Harimau itu diperkirakan berusia remaja dan diduga bergerak menuju kawasan Hutan Kebun Raya Universitas Pahlawan Bangkinang.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan pihaknya menindaklanjuti laporan masyarakat dan informasi yang beredar di media sosial.
Berdasarkan identifikasi terhadap foto dan video yang beredar, satwa tersebut dipastikan merupakan harimau sumatera.
"Tim kemudian secara bersama-sama melakukan mitigasi dan identifikasi lapangan. Dalam proses pengecekan di lapangan, tim menemukan jejak baru di sekitar lokasi awal perjumpaan jejak," ujar Ujang, Senin (2/11/2026).
Tim BBKSDA Riau melalui Resor Kampar sebelumnya telah berkoordinasi dengan seorang warga setempat, Muhammad Yunus (40), untuk melakukan pengecekan di lokasi.
Dari ukuran tapak kaki yang ditemukan, petugas memperkirakan harimau tersebut masih berusia remaja. Jejaknya mengarah masuk ke kawasan Hutan Kebun Raya milik Universitas Pahlawan Bangkinang.
BBKSDA Riau juga telah berkoordinasi dengan pihak universitas. Langkah ini dilakukan karena lokasi temuan jejak berada di sekitar kawasan permukiman warga serta terdapat kandang ayam dan kambing milik kampus.
Kondisi kebun raya yang didominasi semak belukar dinilai berpotensi menjadi tempat persembunyian harimau tersebut.
Untuk mengantisipasi risiko keselamatan, tim telah memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar serta pegawai Universitas Pahlawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
BBKSDA Riau juga mengimbau masyarakat dan pihak kampus untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas maupun survei ke dalam kawasan Kebun Raya Universitas Pahlawan.
Imbauan tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan karakteristik lokasi dan kemungkinan harimau kembali muncul di sekitar kawasan tersebut.
"Sebagai langkah antisipasi keselamatan, tim telah memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat dan pegawai Universitas Pahlawan agar berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah," kata Ujang.
Selain melakukan dokumentasi, petugas telah mencatat titik koordinat lokasi temuan jejak sebagai dasar pelaksanaan mitigasi berikutnya.