Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Kondisi ini memicu kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang serta pernapasan para petugas di lapangan.

Eko Faizin
Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB
Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut
Ilustrasi pemadaman karhutla dengan bantuan heli pembom air. [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]
Baca 10 detik
  • Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan seluas 10 hektare di Suaka Margasatwa Kerumutan pada Rabu, 19 Agustus 2026.
  • Operasi darurat dipimpin Kapolres Pelalawan dengan mengerahkan 42 personel, TNI, masyarakat, perusahaan, ekskavator, serta helikopter pembom air.
  • Upaya pemadaman berhasil menjinakkan api meskipun terkendala gambut kering, keterbatasan air, dan jarak lokasi yang sangat jauh.

SuaraRiau.id - Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 10 hektare di kawasan habitat harimau sumatera, Suaka Margasatwa Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara memimpin langsung operasi darurat pemadaman api di kawasan rawan tersebut.

Operasi ini melibatkan kekuatan dari berbagai instansi terkait guna mencegah meluasnya jangkauan api di lahan gambut kering.

"Sebagai langkah upaya pemadaman, kami menerjunkan 42 personel Polres Pelalawan beserta jajaran polsek, yang dibantu oleh prajurit TNI, masyarakat, dan pihak perusahaan," kata John, Rabu (19/8/2026).

Proses pemadaman, lanjutnya, tim menghadapi kendala akibat ketebalan lahan gambut yang menyimpan bara api hingga ke lapisan dalam bumi.

Kondisi ini memicu kepulan asap tebal yang mengganggu jarak pandang serta pernapasan para petugas di lapangan.

Tantangan tim gabungan semakin bertambah akibat keterbatasan sumber air dan lokasi yang sulit dijangkau kendaraan operasional. Jarak tempuh dari sumber air ke lokasi sekitar 25 kilometer.

Untuk mempercepat pemadaman, kata dia, sebanyak lima ekskavator juga dikerahkan guna memotong jalur api. Sedangkan helikopter pembom air melakukan pemadaman dari udara.

"Sinergi ini berhasil menjinakkan api di permukaan, namun tim gabungan masih bersiaga melakukan proses pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam," ujarnya.

Sementara BMKG Pekanbaru mencatat sebanyak 87 titik panas terdeteksi tersebar di berbagai wilayah Riau, pada Rabu (19/8/2026).

Kabupaten Pelalawan menjadi penyumbang terbanyak dengan 40 titik panas. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini