- Dua puluh tiga jemaat GPdI Pematang Reba diduga keracunan makanan usai menyantap sate pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Para korban mengalami gejala mual, pusing, serta sakit perut hebat dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat.
- Sebanyak 23 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sementara penyebab pasti keracunan belum diketahui.
SuaraRiau.id - Sebanyak 23 Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Elshaddai Pematang Reba, Indragiri Hulu diduga mengalami keracuan makanan pada Rabu (21/10/2026).
Puluhan orang tersebut dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi sate milik salah satu warga di Jalan Seminai Kelurahan Rengat Barat.
"Sate di pesan 25 bungkus untuk untuk keluarga jemaah rayon 3, namun penyebab lain belum diketahui," kata salah satu warga Pematang Reba Arl (45).
Para jemaat yang keracunan langsung dirawat di Klinik Muizzah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari dan sebagian rawat jalan karena ruangan tidak cukup.
Katanya, oleh tuan rumah acara, inisial MS memesan 25 bungkus sate siap saji untuk para jemaat. Setelah makan sate, beberapa jemaat mengalami mual, pusing dan sakit perut.
"MS menyebutkan, setelah makan sate, para jemaat menelpon bahwa terjadi gejala sakit sakit," ujarnya.
Sedangkan, salah satu korban, SP Simatupang, juga seorang wartawan yang dirawat di Klinik Muizzah, menyebutkan semua jemaat yang memakan sate tersebut mengalami gejala serupa.
Namun, faktor utama penyebab keracunan belum dapat dipastikan, apakah sate, air atau lainnya ?
"Hanya saja, kami yang ikut ibadah rayon yang diduga setelah makan sate tersebut semua kena keracunan dan semua dirawat," ujarnya.
Gejala memuncak sekitar pukul 23.00 WIB. Korban lainnya, Nainggolan yang dirawat di RSUD Indrasari, mengaku satu keluarganya yang berjumlah lima orang mengalami mual hebat, mencret, dan pusing.
"Setelah pulang ibadah rayon, sekitar pukul 23.00 WIB kami sekeluarga berlima merasakan mual yang sangat hebat, lalu mencret dan pusing," katanya.
Begitu juga, Heppi Manurung mengaku dua anaknya ikut keracunan setelah memakan sate yang dibawanya pulang.
Hingga setakat ini, berkisar 23 orang masih dalam perawatan intensif di rumah sakit untuk kesembuhan.
Sementara, pihak terkait baik dari pemilik warung sate, Dinas Kesehatan Indragiri Hulu belum dapat diminta keterangan. (Antara)