- Polda Riau menangani kasus dugaan pengeroyokan sopir truk di Tol Pekanbaru-Dumai pada Sabtu, 19 September 2026.
- Petugas berhasil mengamankan para terduga pelaku di KM 20 A dan menyerahkannya ke Polsek Minas.
- Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar tidak menggunakan kekerasan dan segera melaporkan masalah kepada petugas.
SuaraRiau.id - Aksi dugaan pengeroyokan terhadap seorang sopir truk terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai pada Sabtu (19/9/2026).
PJR Ditlantas Polda Riau yang mendapatkan informasi menemukan seorang pengemudi truk Hino mengalami luka pada bagian kepala dan tangan kiri. Sedangkan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan telah meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan masing-masing.
"Kami mengejar mereka hingga menemukan kendaraan yang diduga digunakan para pelaku di KM 20 A. Mereka bersama kendaraannya dibawa ke Gerbang Tol Kandis Selatan, lalu diserahkan kepada Unit Reserse Polsek Minas untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kanit Tol Pekanbaru-Dumai Iptu Bobby P Hermawan, Sabtu (19/9/2026).
Keterangan dari saksi kemudian menjadi petunjuk bagi petugas untuk melakukan pengejaran. Kendaraan yang diduga digunakan para terduga pelaku diketahui bergerak ke arah utara jalur tol.
Petugas menemukan kendaraan yang diduga digunakan para terduga pelaku di KM 20 A. Para terduga pelaku bersama kendaraan dibawa ke Gerbang Tol Kandis Selatan sebelum diserahkan ke Polsek Minas.
Kasat PJR Ditlantas Polda Riau AKBP Eko Baskara mengapresiasi respons personel di lapangan. Ia mengingatkan para pengemudi agar tidak menggunakan kekerasan ketika menghadapi persoalan selama perjalanan.
"Apabila terjadi persoalan antarpengemudi, segera laporkan kepada petugas. Jangan melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri atau membahayakan pengguna jalan lain," ujarnya.
Sementara Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengapresiasi koordinasi antara personel PJR dan Senkom HK Tol Pekanbaru-Dumai dalam menyampaikan informasi kejadian.
"Kami mengimbau pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, mengutamakan keselamatan, menjaga emosi, dan segera menghubungi petugas jika menghadapi gangguan keamanan," tegasnya.