- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat 2.610 titik panas di Pulau Sumatera pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang terbanyak dengan total 1.311 titik panas yang terdeteksi.
- Provinsi Riau berada di urutan kedua dengan 355 titik panas dan Kabupaten Pelalawan mencatatkan jumlah tertinggi.
SuaraRiau.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mencapai 2.610 pada Minggu (23/8/2026).
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, hotspot paling banyak terdapat di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) dengan total 1.311.
Sementara urutan kedua berada di Riau dengan 355 titik panas. Di provinsi ini, Kabupaten Pelalawan tertinggi jumlah titik panasnya yakni 216.
"Kabupaten Indragiri Hilir 80, Kuantan Singingi (Kuansing) 12, Kampar 11, Siak 10, Kepulauan Meranti 7, Indragiri Hulu 6," jelas Elisa dalam siaran persnya, Minggu (23/8/2026).
Kemudian Bengkalis memiliki 5 hotspot, disusul Rokan Hulu dan Rokan Hilir masing-masing 3, serta Kota Dumai sebanyak 2 titik panas. Sedangkan wilayah Pekanbaru nihil.
BMKG juga memprediksi wilayah Riau pada pagi hari berpotensi udara kabur hingga cerah berawan dan siang ke sore hari mengalami cerah berawan hingga berawan.
"Malam hari (diperkirakan) cerah berawan hingga berawan. dini hari, udara kabur hingga cerah berawan," jelas Elisa.
Sementara untuk suhu udara berkisar 23 hingga 34 °C dengan kelembapan udara antara 50 sampai 95 persen.
Selain Riau dan Sumsel, hotspot juga terdeteksi di Provinsi Aceh sebanyak 67, Bengkulu 17, Jambi 278, Lampung 187, Sumatera Utara 45, Sumatera Barat 27, Bangka Belitung 268, dan Kepulauan Riau 55.