- Tim SAR gabungan menemukan dua korban meninggal dunia dalam kecelakaan kapal pekerja migran di Perairan Pulau Rupat pada 17 Agustus 2026.
- Kapal pembawa 22 pekerja migran rute Rupat-Malaysia terbalik akibat badai dan angin kencang di perairan tersebut pada Jumat, 14 Agustus 2026.
- Operasi pencarian masih dilanjutkan oleh Tim SAR karena satu orang korban hilang belum ditemukan hingga saat ini.
SuaraRiau.id - Dua korban kecelakaan kapal pekerja migran yang tenggelam ditemukan meninggal dunia di Perairan Pulau Rupat, Kota Dumai.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan operasi pencarian tetap akan dilanjutkan dengan satu korban lainnya yang masih hilang.
"Dari data sementara, sebanyak 22 orang tercatat dalam daftar korban, dengan 19 orang selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian," katanya, Senin (17/8/2026).
Sebelumnya kecelakaan terjadi pada Jumat (14/8/2026) saat kapal pekerja migran rute Rupat-Malaysia yang menggunakan "speedboat" dua mesin terbalik setelah diterjang hujan lebat, angin kencang dan badai di sekitar perairan Pulau Rupat.
Sejumlah korban kemudian hanyut dan berupaya meminta pertolongan. Beberapa kapal yang melintas di sekitar lokasi kemudian menemukan sejumlah korban dan membawa mereka ke Dumai.
Kepolisian selanjutnya melakukan pendataan serta menggali informasi terkait kronologi kejadian dan identitas para penumpang.
"Korban yang berhasil ditemukan kemudian mendapat pertolongan dari kapal yang melintas dan dibawa menuju Dumai," terang Budi.
Setelah dua hari pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas area operasi menjadi 291 Nm² dengan track spacing 0,5 Nm.
Akhirnya korban pertama ditemukan meninggal dunia, mengapung dengan Jarak 2,5 Nm dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, korban kedua ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 11,6 Nm dari lokasi kejadian.
Kedua korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Wilmar Dumai dan diserahkan kepada tim Inafis untuk proses identifikasi. (Antara)