- Taman Yiheyuan di Distrik Haidian, Beijing, merupakan bekas tempat peristirahatan kekaisaran Dinasti Qing yang kini menjadi destinasi wisata populer.
- Kompleks seluas tiga kilometer persegi ini berfungsi sebagai pusat politik, tempat ibadah, serta hunian keluarga kaisar saat musim panas.
- Sejak 1998, UNESCO menetapkan lokasi yang memadukan arsitektur tradisional dan keindahan alam ini sebagai situs Warisan Dunia yang penting.
SuaraRiau.id - Taman Yiheyuan atau Istana Musim Panas menjadi salah satu destinasi wisata di Beijing, Tiongkok yang banyak dituju pelancong lokal maupun luar negeri.
Kawasan ini terletak di Distrik Haidian, sekitar 15 kilometer dari pusat kota Beijing.
Taman Yiheyuan pada masa Dinasti Qing berfungsi sebagai taman terkenal dan tempat peristirahatan musim panas bagi keluarga kekaisaran.
![Pemandangan Danau Kunming di Taman Yiheyuan atau Istana Musim Panas, Beijing. [Suara.com/Eko Faizin]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/13/96556-taman-yiheyuan-atau-istana-musim-panas-beijing.jpg)
Rombongan jurnalis se-Sumatera menjadi bagian yang berkesempatan melihat lebih dekat saksi sejarah yang dikenal Summer Palace tersebut.
Pemandu wisata yang mendampingi delegasi media dari Indonesia menjelaskan bahwa Istana Musim Panas merupakan tempat politik dan ibadah.
"Seluruh kompleks dirancang sebagai istana dengan 3 fungsi utama, yakni pusat politik, tempat beristirahat keluarga kekaisaran, dan kawasan ibadah," ujarnya, akhir Juni lalu.
Tak hanya menikmati indahnya bangunan dan pemandangan atau belajar sejarah, Istana Musim Panas juga digunakan sebagian wisatawan untuk berfoto.
Beberapa di antaranya bahkan menggunakan baju tradisional (hanfu) seperti zaman kekaisaran tempo dulu.
Mereka yang sebagian besar merupakan kaum hama tampak mengambil spot tertentu untuk mengabadikan momen terbaik.
Lebih lanjut, pemandu menjelaskan jika Istana Musim Panas merupakan perpaduan harmonis antara danau, bukit, paviliun, jembatan, koridor, kuil, dan bangunan istana yang mencerminkan filosofi tradisional Tiongkok tentang keselarasan antara manusia dan alam.
Dia menuturkan, Taman Yiheyuan adalah salah satu taman kekaisaran paling terkenal di Tiongkok dan menjadi mahakarya arsitektur lanskap tradisional China.
"Setiap April hingga Oktober, ketika suhu di Kota Terlarang mulai meningkat, kaisar bersama keluarga kerajaan (ketika itu) berpindah ke Yiheyuan," ungkapnya menjelaskan fungsi tempat itu.
Ia menyampaikan, berbagai urusan pemerintahan saat itu tetap dijalankan dari kompleks istana yang berada di tepi Danau Kunming tersebut.
Dalam penuturannya, pemandu menyebut jika Yiheyuan memiliki luas sekitar 3 kilometer persegi, dengan hampir tiga perempat areanya berupa perairan.
Lanskap utama taman terdiri atas Danau Kunming (Kunming Hu) dan Bukit Wanshou (Bukit Panjang Umur).