- Seorang anak berusia 12 tahun tewas diduga diterkam harimau di area camp pekerja Kabupaten Pelalawan pada pagi hari.
- Hasil investigasi BBKSDA Riau menemukan jejak kaki harimau serta memastikan satwa tersebut masih berada di sekitar lokasi kejadian.
- BBKSDA Riau memasang kamera jebak dan mengimbau pekerja agar meningkatkan kewaspadaan serta memperbaiki sistem keamanan lingkungan camp tersebut.
"Dari hasil pemantauan drone thermal, harimau masih terdeteksi di sekitar camp. Kami terus melakukan pemantauan intensif," kata Supartono.
Dari analisis sementara, kemunculan harimau diduga dipicu oleh adanya satwa mangsa yang dipelihara di dalam camp pekerja.
Keberadaan satwa tersebut dinilai menarik perhatian predator mendekat ke area manusia.
"Adanya satwa mangsa di dalam camp berpotensi mengundang harimau. Untuk itu, kami bersama pihak perusahaan telah mengamankan satwa tersebut guna mencegah kejadian serupa," tambahnya.
BBKSDA Riau pun mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, pekerja, dan seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari yang merupakan waktu aktif satwa tersebut. Selain itu, sistem pengamanan camp juga harus dipastikan dalam kondisi baik.
"Kami mengingatkan agar tidak beraktivitas sendirian, serta memastikan pagar dan sistem keamanan camp berfungsi dengan baik," tegas Supartono.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas jika melihat keberadaan satwa liar di sekitar permukiman maupun area kerja.
"BBKSDA Riau akan terus melakukan penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian harimau sumatera sebagai satwa dilindungi," tegasnya.
Kontributor : Rahmat Zikri