- Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid kembali menjalani sidang di PN Pekanbaru.
- Kedatangan Wahid ke lokasi sidang langsung disambut riuh oleh para pendukungnya.
- Nuansa religius bercampur dengan semangat solidaritas, mengiringi jalannya sidang.
SuaraRiau.id - Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid kembali menjalani sidang kasus dugaan pemerasan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (8/4/2026).
Sidang Abdul Wahid dipenuhi gelombang dukungan simpatisan. Sejak pagi hari, area pengadilan telah dipadati warga yang ingin menyaksikan langsung jalannya persidangan.
Kedatangan Wahid ke lokasi sidang langsung disambut riuh oleh para pendukungnya. Sidang tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses hukum yang tengah bergulir.
Dengan pengawalan ketat dari personel Satuan Brimob Polda Riau, terdakwa tiba menggunakan kendaraan pengamanan.
Massa yang telah menunggu sejak pagi sontak bersorak dan meneriakkan dukungan.
"Bebaskan Abdul Wahid, dia tidak bersalah!" teriak para pendukung secara serempak, menggema di area parkir PN Pekanbaru.
Suasana semakin semarak ketika sejumlah warga tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Melansir Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, agenda sidang kali ini berfokus pada jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas perlawanan atau nota keberatan yang sebelumnya diajukan oleh tim advokat Abdul Wahid.
Tak hanya teriakan dukungan, lantunan solawat juga terdengar dari barisan massa. Nuansa religius bercampur dengan semangat solidaritas, mengiringi jalannya sidang yang menjadi perhatian publik tersebut.
Di sisi lain, membludaknya jumlah pengunjung membuat petugas pengadilan kewalahan. Sejumlah pendukung terlihat saling berdesakan untuk bisa masuk ke dalam ruang sidang.
Bahkan, sempat terjadi aksi saling dorong di pintu masuk, sehingga aparat keamanan harus turun tangan untuk mengatur situasi.
Meski diwarnai kepadatan massa, proses persidangan tetap berlangsung sesuai jadwal.
Abdul Wahid telah lebih dulu berada di dalam ruang sidang dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadukan celana hitam. Ia tampak tenang mengikuti jalannya persidangan.
Pihak pengadilan bersama aparat keamanan terus berupaya menjaga ketertiban selama proses sidang berlangsung.