- Sejumlah pedagang mengeluhkan daya beli masyarakat di Siak.
- Para pedagang mengaku penurunan terjadi sejak 6 bulan terakhir.
- Tak hanya pedagang, ASN di Siak juga mengeluhkan lambatnya gaji.
"Kondisi sekarang benar-benar hanya bisa bertahan, itupun harus disertai dengan hutang sana sini juga," jelasnya.
Untuk uang gaji, tambah Taufik, sudah habis untuk membayar bulanan bank.
Sehingga, ia bersandar pada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang kini sudah berjalan ke bulan 4 belum dibayarkan.
"Untuk TPP 2025 bulan 11 dan 12 belum dibayarkan. Masuk dalam tunda bayar. Januari juga belum dibayarkan, sementara sekarang sudah bulan Februari," ungkap Taufik.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak, Raja Indor Parlindungan menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah per Februari masih cenderung normal.
Dikatakan Ucok, sapaan akrabnya, per Februari kondisi keuangan cukup untuk menutupi gaji dan opersional kantor di Pemkab Siak.
"Per Februari 2026 kondisi keuangan daerah masih tergolong normal, untuk membayar gaji dan opersional kantor masih bisa," katanya kepada Suara.com, Jumat (6/2/2026).
Untuk persoalan hutang Pemkab Siak pada tunda bayar 2025, tambah Ucok, saat ini sedang menyusun administrasinya.
"Untuk hutang tunda bayar sedang proses administrasi, kita lihat nanti pada Maret 2026," tambahnya.
Terkait TPP 2026, Ucok menyampaikan hal itu masih belum bisa dibayarkan lantaran kondisi keuangan.
Kontributor : Alfat Handri