Pipa Gas Meledak di Indragiri Hilir, Kobaran Api Bikin Warga Panik

Jarak pipa gas dengan permukiman sekitar mencapai 500 meter.

Eko Faizin
Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:53 WIB
Pipa Gas Meledak di Indragiri Hilir, Kobaran Api Bikin Warga Panik
Pipa gas di Dusun Nibul Desa Batu Ampar, Kemuning, Indragiri Hilir (Inhil) meledak, Jumat (2/1/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Pipa gas tanam di Indragiri Hilir meledak hingga terbakar.
  • Kejadian tersebut membuat warga sekitar panik.
  • Polisi menyebut tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.

SuaraRiau.id - Pipa gas di Dusun Nibul Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meledak pada Jumat (2/1/2026) sore.

Pipa tanam milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) tersebut mengalami kebocoran dan disusul api menjulang ke udara hingga sekitar 15 meter.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora menyampaikan warga sekitar lokasi ikut panik karena api besar dengan ledakan yang mengejutkan.

"Lokasi kejadian yang relatif dekat dengan aktivitas warga sempat memicu kepanikan," ujarnya.

Situasi di lokasi sebut Kapolres, terpantau aman dan kondusif meskipun hujan lebat mengguyur wilayah tersebut dan api masih terlihat menyala.

"Berdasarkan laporan sementara, tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak langsung dalam kejadian tersebut," tegasnya.

Farouk menjelaskan, personel di lapangan juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur serta menyiapkan penutupan sementara dari arah Pekanbaru dan Jambi apabila kondisi di lapangan dinilai membahayakan pengguna jalan.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan gas agar segera melakukan manajemen krisis serta pemutusan alur pipa," Kapolres.

Kepanikan warga terjadi sekitar pukul 16.00 WIB diawali suara ledakan keras dan beberapa lama kemudian menyembur api dari pipa yang bocor.

Jarak pipa gas dengan permukiman sekitar mencapai 500 meter, Polsek Kemuning mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghentikan sementara aktivitas melintas di jalur tersebut.

Polisi langsung melakukan sterilisasi terhadap warga melintas dari arah Jambi menuju Riau maupun sebaliknya untuk berhenti sementara.

Menurut keterangan petugas di lapangan, upaya penutupan atau penyekatan aliran gas telah dilakukan. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu minimal tiga jam hingga api dapat benar-benar padam.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini