Jalan Lintas Padang-Bukittinggi Longsor, Jalur Lembah Anai Tak Bisa Dilewati

Selain tanah longsor juga terdapat pohon tumbang di dua lokasi berbeda.

Eko Faizin
Kamis, 27 November 2025 | 18:53 WIB
Jalan Lintas Padang-Bukittinggi Longsor, Jalur Lembah Anai Tak Bisa Dilewati
Kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar longsor, Kamis (27/11/2025). [ANTARA/HO-Humas Polres Padang Panjang/pri.]
Baca 10 detik
  • Jalan Padang-Bukittinggi terputus akibat tanah longsor.
  • Longsor ada di pendakian Singgalang Kariang dan pemandian Mega Mendung.
  • Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur alternatif.

SuaraRiau.id - Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Sumatera Barat mengakibatkan akses jalan Padang-Bukittinggi terputus imbas tanah longsor kawasan Lembah Anai sejak Kamis (27/11/2025) dini hari.

Kasatlantas Polres Padang Panjang AKP Pifzen Finot menyatakan longsor berada di dua titik yakni pendakian Singgalang Kariang dan pemandian Mega Mendung.

"Terdapat dua titik longsor di jalur Lembah Anai masing-masing di pendakian Singgalang Kariang dan pemandian Mega Mendung," kata Kasatlantas dikutip dari Antara, Kamis (27/11/2025).

Selain tanah longsor juga terdapat pohon tumbang di dua lokasi berbeda. Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan pendakian Singgalang Kariang.

Material longsor berupa timbunan tanah dan batang pohon menutup seluruh badan jalan, sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat dilalui.

Beberapa jam kemudian peristiwa serupa kembali terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di kawasan pemandian Mega Mendung, Jalan Raya Kota Padang-Kota Bukittinggi. Imbas dua kejadian tersebut mobilitas warga dan logistik terhenti.

"Penutupan terjadi di dua titik yang jaraknya berdekatan sehingga akses penghubung antarkota ini tidak dapat difungsikan sementara waktu," ujar dia.

Pascakejadian petugas gabungan dari kepolisian dan instansi terkait telah bersiaga di lokasi kejadian bencana untuk melakukan pembersihan material longsor, dan mengevakuasi pohon tumbang.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif hingga proses normalisasi jalur selesai," ucapnya.

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman Provinsi Sumbar telah mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di provinsi itu yang diperkirakan masih dapat terjadi hingga 29 November 2025.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Desindra Deddy Kurniawan mengatakan peringatan cuaca ekstrem tersebut sehubungan dengan adanya bibit siklon tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di wilayah Selat Malaka sebelah timur perairan Aceh.

Kondisi tersebut, kata dia, memicu pola pertemuan arus angin atau massa udara di Sumbar serta Indeks Ocean Dipole (IOD) bernilai negatif sehingga meningkatkan suplai uap air dan kelembapan yang menyebabkan kondisi atmosfer labil. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini