Namun ternyata, bukan pertanyaan tentang Isa Al Masih yang membuatnya yakin untuk pindah menjadi seorang Kristiani. Melainkan sebuah pertanyaan yang sangat menggelitiknya.
“Cuma ternyata bukan dari itu malah aku kenanya, malah dari pertanyaan lain yang kayak ‘jika nabi terakhir begitu spesial, mengapa yang diangkat nabi yang ini?“ tanyanya heran.
Menurut Salmafina, pertanyaan itu logis dan cocok dengan jiwanya saat itu.
“Menurut saya ini yang lebih cocok dengan jiwa saya,” ucap Salmafina yakin.
Meskipun demikian, Salmafina pun menyadari jika tanpa kehendakNya, tak mungkin dirinya mantap untuk memilih agamanya saat ini.
“Untuk mengubah pikiran saya, apa yang ada di otak aku sekian belas tahun itu kan enggak gampang dan menurut saya kalau bukan karena Dia yang membantu mengubah itu semua, enggak akan bisa,” ulas Salmafina.