facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

PPDB Online SMP di Pekanbaru Telah Berakhir, Ada 1.323 Kuota Belum Terisi

Eko Faizin Kamis, 07 Juli 2022 | 08:41 WIB

PPDB Online SMP di Pekanbaru Telah Berakhir, Ada 1.323 Kuota Belum Terisi
Tampilan PPDB online SMP di Pekanbaru. [Tangkapan layar/ppdbpekanbaru.id]

Pendaftar PPDB SMP online lewat jalur zonasi mendominasi yakni sebanyak 7.822 orang.

SuaraRiau.id - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB online SMP Negeri di Pekanbaru telah berakhir pada Selasa 5 Juli 2022.

Pendaftar PPDB SMP online lewat jalur zonasi mendominasi yakni sebanyak 7.822 orang.

Jumlah ini melebihi kuota dari PPDB lewat jalur zonasi yakni 5.966 orang. Ada kelebihan sebanyak 1.856 pendaftar dari kuota yang ada.

"Pendaftar memang melebihi kuota yang ada, seluruh kuota zonasi sudah terisi," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Ismardi Ilyas dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (6/7/2022).

Menurutnya, total 9.612 orang pendaftar selama PPDB berlangsung. Sedangkan total kuota hanya bagi 9.079 orang.

Ismardi menyampaikan bahwa belum semua kuota dari berbagai jalur terisi dalam PPDB kali ini. Kuota untuk jalur affirmasi masih tersisa karena baru terisi 918 dari 1.276 kuota.

Begitu juga dengan kuota jalur pindah orangtua yang baru terisi 157 dari 451 kuota. Kondisi serupa juga terjadi dengan kuota jalur prestasi 715 dari kuota 1.386.

Kuota yang saat ini terisi untuk jalur afirmasi, pindah orangtua dan prestasi hanya 1.790. Sedangkan total kuota di luar zonasi mencapai 3.113.

Ada kuota belum terisi sebanyak 1.323 dalam PPDB kali ini.

"Untuk kuota yang berlebih masih belum kita pastikan, apa diisi atau seperti apa," ujarnya.

Panitia sudah menutup proses pendaftaran yang berlangsung sejak 29 Juni 2022 kemarin. Petugas bakal melakukan verifikasi terhadap seluruh berkas pendaftaran yang masuk.

Mereka bakal mengumumkan hasil PPDB tahun ini pada 7 Juli 2022 besok. Ia mengakui ada sejumlah orangtua tetap memaksakan diri masuk ke sekolah yang bukan zona wilayah tempat tinggalnya.

"Kita ingatkan agar orangtua jangan sampai memaksakan anak untuk masuk ke sekolah di luar zonasi," ungkap dia.

Komentar

Berita Terkait