facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harga Cabai Merah Naik, Warung Makan Ganti ke Cabai Hijau: Kami Tak Mau Kehilangan Pelanggan

Eko Faizin Selasa, 28 Juni 2022 | 19:57 WIB

Harga Cabai Merah Naik, Warung Makan Ganti ke Cabai Hijau: Kami Tak Mau Kehilangan Pelanggan
Harga cabai merah naik. [Dok.Covesia.com]

Ia pun sempat membandingkan harga cabai merah dan cabai hijau di pasaran di tempat biasa ia membeli.

SuaraRiau.id - Mahalnya harga cabai merah membuat para pengusaha rumah makan di Siak berpikir keras untuk mendapatkan keuntungan dalam berjualan.

Sebab, dalam dunia usaha warung makan, bahan cabai merupakan bahan paling penting untuk memberikan rasa yang enak dan membuat pelanggan datang kembali untuk makan.

Seperti dikatakan pemilik rumah makan Guci Raya di Simpang Kualian Siak yang harus mengganti cabai merah ke cabai hijau.

"Karena cabai merah mahal kami ganti ke cabai hijau," kata dia saat ditemui di rumah makan miliknya itu, Selasa (28/6/2022) petang.

Dijelaskannya, dirinya tak ingin merubah rasa dan berujung pada larinya para pelanggan yang selama ini makan di rumah makan Guci Raya tersebut.

"Biasanya sambal di rumah makan kami ini pakai cabai merah, tapi karena cabai merah mahal makanya diganti cabai hijau," jelasnya.

"Sebab, kalau kita paksa pakai cabai merah tapi dicampur tomat pasti berbeda rasanya. Kami pun tak ingin kehilangan pelanggan yang sudah suka makan di kedai kami," tambah dia.

Ia pun sempat membandingkan harga cabai merah dan cabai hijau di pasaran di tempat biasa ia membeli.

"Sekarang cabai merah Rp130.000 sedangkan cabai hijau Rp65.000. kalau dipaksa ke cabai merah memang gak jumpa hasilnya," jelasnya tersenyum.

Selain itu, lanjutnya, Ia juga sedikit menaikkan harga jualannya karena memang bahan pokok di pasar semuanya naik.

"Kami pun menaikkan harga Rp1.000 rupiah," beber dia.

Kendati demikian, kata dia lebih jauh, harga makanan dalam seporsi masih tergolong terjangkau.

"Kalau harga masih terjangkau lah. Ditambah lagi untuk porsi kita tak ada yang dikurangi masih tetap sama dan banyak," tuturnya.

Kontributor : Alfat Handri

Komentar

Berita Terkait