facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Duh, Meja-Kursi SLB di Pekanbaru Ditarik Vendor Buntut Tak Dilunasi Dinas Pendidikan

Eko Faizin Rabu, 22 Juni 2022 | 21:49 WIB

Duh, Meja-Kursi SLB di Pekanbaru Ditarik Vendor Buntut Tak Dilunasi Dinas Pendidikan
Pihak vendor saat menarik meja dan kursi dari SLB Sri Mujinab Pekanbaru. [ANTARA/dok]

Puluhan kursi tersebut ternyata belum dibayar pihak Dinas Pendidikan Riau selama empat tahun.

SuaraRiau.id - Sejumlah kursi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sri Mujinab Pekanbaru diambil pemilik barang alias vendor buntut dari Dinas Pendidikan Riau tak kunjung membayar pengadaan.

Puluhan kursi tersebut ternyata belum dibayar pihak Dinas Pendidikan Riau selama empat tahun.

Kepala Sekolah SLB Sri Mujinab, Adri Ningsih mengatakan saat ini murid-murid di sekolahnya mau tak mau belajar menggunakan kursi yang lama.

"Kalau untuk proses belajar mengajar kami tidak terpengaruhkarena kebetulan anak-anak sudah selesai ujian. Saat vendor mengambil kursi anak-anak memang tidak ada di sekolah," terang Adri dikutip dari Antara, Rabu (22/6/2022).

Dijelaskannya, vendor menarik 10 meja dan 15 kursi dari total 80 kursi dan 80 meja. Mereka beralasan karena belum adanya pelunasan uang dari Dinas Pendidikan Riau terkait pengadaan kursi dan meja tersebut sejak 2018 lalu.

"Katanya belum ada pelunasan uang dari Dinas Pendidikan. Kita kita tidak tahu hal yang seperti itu. Saya tak mau ikut campur. Kita hanya penerima bantuan, biarlah mereka yang berurusan yang menyelesaikan," katanya.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Dinas Pendidikan Riau, Pahmijan, memastikan kegiatan belajar mengajar berkata dengan normal pasca ditariknya sejumlah kursi dan meja oleh vendor.

Pahmijan menyatakan saat ini pihaknya tengah mencari solusi terkait permasalahan pembayaran yang diduga belum dilunasi oleh Dinas Pendidikan kepada vendor.

"Makanya kami kaji dulu, sebab Kabid sebelumnya sudah meninggal. Makanya kami pelajari dulu sampai sejauh mana ini," jelasnya.

Dikatakan Pahmijan, hingga saat ini dirinya belum ada dihubungi oleh pihak vendor terkait permasalahan tersebut.

Komentar

Berita Terkait