Sakit, Harimau Puti Maua Mati di Tempat Rehabilitasi Dharmasraya

Diketahui, satwa dilindungi ini sebelumnya dievakuasi dari konflik harimau-manusia.

Eko Faizin
Jum'at, 10 Juni 2022 | 09:59 WIB
Sakit, Harimau Puti Maua Mati di Tempat Rehabilitasi Dharmasraya
Harimau Sumatera dalam kondisi mati di tempat rehabilitasi di Dharmasraya. [Suara.com/Istimewa]

SuaraRiau.id - Seekor harimau mati di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya (PRHSD) ARSARI, Sumatera Barat pada Rabu (8/6/2022) pukul 05.00 WIB.

Menurut Manager Operasional PRHSD ARSARI, Patrick Flaggellata, harimau Puti Maua merupakan harimau sumatera berjenis kelamin betina dan berumur 3 tahun.

Diketahui, satwa dilindungi ini sebelumnya dievakuasi dari konflik harimau-manusia dari Jorong Kayu Pasak Timur Nagari Salareh Aie Kecamatan Palembayan, Agam pada 10-11 Januari 2022 lalu.

Harimau tersebut turun dari hutan Cagar Alam Maninjau dan memasuki pemukiman diperkirakan karena kekurangan pakan akibat penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kematian massal babi hutan di Agam, sebanyak kurang lebih 50 ekor.

"Pada 12 Januari 2022 lalu, Harimau Puti Maua dibawa ke PRHSD ARSARI untuk diberikan pemeriksaan medis menyeluruh dan rehabilitasi setelah terdeteksi mengalami helmintiasis, defisiensi nutrisi, dan pada Rabu (8/6/2022) pukul 5.00 WIB mati karena sakit dalam proses rehabilitasi," katanya dikutip dari Covesia.com--jaringan Suara.com, Kamis (9/7/2022).

Patrick mengatakan, penurunan kondisi Puti Mau diawali terpantau sakit pada 18 Mei 2022 dan mengalami penurunan nafsu makan serta beberapa luka miasis.

"Kondisinya sempat membaik mulai 27 Mei, namun pada 6 Juni 2022 mendadak Puti kembali sakit dan diikuti dengan hipersalivasi, hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan lagi pada 8 Juni 2022," jelasnya.

Berdasarkan pengamatan Tim Medis PRHSD ARSARI jelang kematiannya menunjukkan nafas Puti sempat sesak atau 60 kali/menit. Tim memberikan atropin sulfat dan nebul salbutamol, serta menyuapinya dengan menggunakan batang kayu yang diisi pakan daging namun tidak dimakan.

Setelah kematian Puti, BKSDA Sumatera Barat memutuskan untuk melakukan nekropsi (bedah bangkai) di hari yang sama.

Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono mengatakan, tujuan nekropsi adalah untuk mendapatkan informasi rinci penyebab kematian Puti melalui pengujian laboratorium terhadap sampel dari organ tubuh harimau tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja keras tim PRHSD ARSARI dalam menyelamatkan, merehabilitasi, dan merawat Puti sampai saat terakhir,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini