facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO, Harga Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Tinggi

Eko Faizin Jum'at, 27 Mei 2022 | 10:13 WIB

Jokowi Cabut Larangan Ekspor CPO, Harga Minyak Goreng di Pekanbaru Masih Tinggi
Ilustrasi Minyak Goreng. [Pixabay]

Meski demikian, pencabutan larangan ekspor CPO oleh Jokowi belum berpengaruh dengan turunnya harga minyak goreng di pasaran.

SuaraRiau.id - Presiden Joko Widodo mencabut kebijakan larangan ekspor CPO mulai Senin 23 Mei 2022 lalu. Harga kelapa sawit pun mulai beranjak naik meski belum menyentuh level normal.

Meski demikian, pencabutan larangan ekspor CPO oleh Jokowi belum berpengaruh dengan turunnya harga minyak goreng di pasaran.

Berdasarkan pantauan, harga minyak goreng kemasan dan curah di beberapa pasar tradisional Pekanbaru saat ini belum mengalami penurunan yang siginifikan.

Di Pasar Selasa Panam contohnya, pedagang bernama Ica mengatakan rata-rata harga minyak goreng kemasan bermerek untuk dua liter masih dijual Rp45.000 hingga Rp50.000.

"Masih sama, belum turun sejak setelah lebaran. Untuk minyak goreng Merk Fortune dan Sari Murni 1 liter itu masih Rp25.000. Kalau yang curahan Rp19.000 perkilo," ujarnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Kamis (26/5/2022).

Namun, Ica mengatakan bahwa stok minyak goreng untuk saat ini masih tersedia.

"Yang terpenting stoknya ada. Kalau sudah tidak ada seperti waktu itu yang bikin pusing," jelas dia.

Sementara itu, pedagang Pasar Pagi Arengka, Jamli mengatakan meski sempat mengalami penurunan namun harga minyak goreng masih terbilang cukup mahal dari kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

"Sempat turun, kemarin kan 2 Liter Rp50.000. Sekarang yang merk Fortune dijual Rp24.000 per liternya," tuturnya.

Tak hanya minyak goreng kemasan bermerk, Jamli menyebut harga minyak goreng curah pun masih jauh dari Harga Eceran Tertinggi atau HET Rp14.000 per liter.

Komentar

Berita Terkait