Kepercayaan Publik Anjlok, Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Menteri

Dia menyarankan perihal itu agar pemerintahan bisa tetap berjalan maksimal hingga akhir kepemimpinan Presiden Jokowi.

Eko Faizin
Kamis, 19 Mei 2022 | 11:15 WIB
Kepercayaan Publik Anjlok, Presiden Jokowi Diminta Evaluasi Kinerja Menteri
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memberangkatkan Tim Indonesia ke SEA Games ke-31 di Vietnam yang akan berlangsung pada 12-23 Mei 2022. (ANTARA/Indra Arief).

SuaraRiau.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu melakukan evaluasi kinerja para menteri yang kerjanya kurang maksimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Iman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/5/2022)

"Presiden Jokowi perlu melakukan evaluasi terhadap menteri yang kinerjanya kurang maksimal," kata Arif Nurul dikutip dari Antara.

Dia menyarankan perihal itu agar pemerintahan bisa tetap berjalan maksimal hingga akhir kepemimpinan Presiden Jokowi.

Hasil survei kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi menurun menjadi 58,1 persen berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia. Arif menilai sudah sewajarnya Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja menteri.

“Presiden Jokowi seyogyanya melakukan evaluasi. Sehingga pos kementerian dapat maksimal, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak," kata dia.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indikator Politik merilis hasil survei terkait kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo. Hasilnya kepuasan terhadap Presiden Jokowi kembali turun menjadi 58,1 persen.

"Kepuasan terhadap Presiden Jokowi kembali menurun menjadi 58,1 persen," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin menyebutkan penurunan kepuasan terhadap kinerja Jokowi, disebabkan harga kebutuhan pokok yang melonjak, terutama minyak goreng.

"Secara umum, penurunan approval Presiden Jokowi kali ini disebabkan oleh kesenjangan (gap) antara ekspektasi kebijakan dengan realitas di lapangan terkait penanganan minyak goreng," kata dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini