facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Siapa Pengganti Wali Kota Pekanbaru-Bupati Kampar? Ini Saran Pengamat untuk Gubernur

Eko Faizin Minggu, 17 April 2022 | 10:56 WIB

Siapa Pengganti Wali Kota Pekanbaru-Bupati Kampar? Ini Saran Pengamat untuk Gubernur
Kolase Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto dan Wali Kota Pekanbaru Firdaus . [Ist/kampar.go.id/pekanbaru.go.id]

Terutama juga harus mampu mengamankan Gubernur Syamsuar dari sisi politik.

SuaraRiau.id - Masa jabatan Wali Kota Pekanbaru Firdaus dan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto sedang di penghujung masa jabatannya. Mei 2022 nanti, jabatan pemimpin yang dipilih rakyat tersebut akan habis.

DPRD masing-masing sebelumnya sudah mengumumkan pemberhentian Firdaus dan Catur Sugeng Susanto beberapa waktu lalu.

Saat ini, persiapan penunjukan Penjabat alias Pj oleh Gubernur Riau Syamsuar sedang berproses. Menghadapi dua wilayah ini, tentu perlu ditunjuk seorang sosok yang benar-benar matang untuk menghadapi persoalan masing-masing daerah.

Pengamat Politik Riau, Dr Tito Handoko. [Ist]
Pengamat Politik Riau, Dr Tito Handoko. [Ist]

Pengamat Politik Riau, Dr Tito Handoko menilai, bahwa figur yang ditunjuk jadi Pj nanti harus orang yang benar-benar punya loyalitas dan mampu bekerja dengan baik.

Terutama juga harus mampu mengamankan Gubernur Syamsuar dari sisi politik.

"Penting untuk kita pahami bahwa Pj ini tidak punya tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat. Dia lebih bertanggung jawab kepada Gubernur selaku atasan langsungnya," kata Tito kepada Suara.com, Sabtu (16/4/2022).

Dosen Universitas Riau ini menyebut, dari sisi politik, Pj yang ditunjuk juga harus mampu mendorong kekuatan politik di lingkaran Gubernur selaku atasannya.

"Ya, tentu dengan masa jabatan Pj yang cukup lama sekaligus akan mendorong kekuatan-kekuatan politik di lingkaran Gubernur selaku atasan langsung. Ingat, bahwa Pj akan diisi oleh eselon 2 Provinsi untuk ambil peran dari semua aspek, termasuk misalnya membangun circle politik 2024," ungkapnya.

Circle yang dimaksud, kata Tito, termasuk juga membangun basis politik untuk kepentingan legislatif maupun pilkada di tahun politik yang akan datang.

"Baik untuk kepentingan legislatif maupun pilkada 2024," tuturnya.

Komentar

Berita Terkait