Polisi mengatakan tersangka kemudian mengaku membunuh keluarganya karena marah, dan dia yakin mereka akan hidup kembali setelah pekerjaannya selesai.
“Remaja itu kecanduan game PUBG dan mengaku membunuh ibu dan saudara-saudaranya di bawah pengaruh game," demikian pernyataan polisi.
“Dia menderita beberapa masalah psikologis karena dia menghabiskan banyak waktu sepanjang hari untuk bermain game online,” sambungnya.