facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Datangi Lokasi, Ratusan Warga Minta Pemerintah Legalkan Kerangkeng Manusia

Eko Faizin Kamis, 27 Januari 2022 | 10:57 WIB

Datangi Lokasi, Ratusan Warga Minta Pemerintah Legalkan Kerangkeng Manusia
Wartawan mengambil gambar ruang kerangkeng manusia yang berada di kediaman pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (26/1/2022). [ANTARA FOTO/Dadong Abhiseka]

Terkait itu, ratusan warga mendatangi kerangkeng manusia Bupati Langkat yang terletak di Desa Raja Tengah, Kabupaten Langkat.

SuaraRiau.id - Kasus kerangkeng manusia Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin belakangan terungkap usai yang bersangkutan tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Sejumlah pihak terus menyoroti kerangkeng manusia yang mirip ruang tahanan dan diklaim sebagai tempat rehabilitasi.

Namun, polisi menyebut bahwa bangunan yang berada di belakang rumah Bupati Langkat, Sumatera Utara (Sumut) itu tak berizin.

Kerangkeng berisi manusia ditemukan di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin. Temuan itu telah dilaporkan Migrant Care ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Senin (24/1/2022). [dokumentasi]
Kerangkeng berisi manusia ditemukan di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin. Temuan itu telah dilaporkan Migrant Care ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Senin (24/1/2022). [dokumentasi]

Terkait itu, ratusan warga mendatangi kerangkeng manusia Bupati Langkat yang terletak di Desa Raja Tengah, Kabupaten Langkat.

"Warga berharap agar pemerintah dapat kembali membuka dan melegalkan kerangkeng tersebut. Karena selama ini kerangkeng yang dianggap seram, namun merupakan tempat pembinaan bagi orang pecandu narkoba," ujar salah seorang warga Langkat Dapat Br Tarigan dikutip dari Antara, Rabu (27/1/2022).

Ia menyebutkan, tidak benar di lokasi kerangkeng manusia itu tempat penyiksaan dan dianggap seram. Justru tempat kerangkeng tersebut sangat membantu warga Langkat.

"Selama kerangkeng itu ada (tempat pembinaan), kondisi di desa kami aman dan tidak ada lagi pencurian," ujarnya pula.

Tarigan mengatakan, sebelum adanya panti rehabilitasi itu sepuluh tahun yang lalu, pencurian meningkat dan sangat meresahkan warga.

"Untuk itu beberapa masyarakat mendatangi lokasi tersebut dan berharap pemerintah bisa melegalkan kerangkeng untuk merehab para pecandu narkoba di Langkat," katanya lagi.

Sebelumnya, Polda Sumut mengusut temuan kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah, Langkat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait