facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Giliran Masyarakat Adat Sunda Adukan Arteria Dahlan ke Polisi

Eko Faizin Jum'at, 21 Januari 2022 | 18:38 WIB

Giliran Masyarakat Adat Sunda Adukan Arteria Dahlan ke Polisi
Arteria Dahlan dipanggil Polres Soekarno Hatta terkait keributan dengan wanita mengaku anak jenderal. (Suara.com/Novian)

Kombes Ibrahim menyampaikan bahwa polisi bakal menindak lanjuti laporan itu meski berbentuk pengaduan.

SuaraRiau.id - Masyarakat Adat Sunda mengadukan Arteria Dahlan ke polisi terkait ucapannya yang meminta Jaksa Agung mencopot kepala Kejaksaan Tinggi yang berbicara bahasa Sunda.

Polda Jawa Barat (Jabar) pun mengungkapkan telah menerima pengaduan tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, laporan yang dilayangkan Majelis Adat Sunda itu berbentuk pengaduan dan bukan laporan polisi.

"Bentuknya yang kami terima adalah pengaduan, masih perlu klarifikasi," kata dia dikutip dari Antara, Jumat (21/1/2022).

Kombes Ibrahim menyampaikan bahwa polisi bakal menindak lanjuti laporan itu meski berbentuk pengaduan.

Adapun pelaporan dari Majelis Adat Sunda itu disampaikan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Jabar, di Bandung, Kamis (21/1/2022).

"Seperti yang kita semua tahu bahwa kejadiannya di Jakarta," kata dia.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Majelis Adat Sunda melaporkan Arteria Dahlan ke Polda Jawa Barat buntut dari pernyataannya yang mempermasalahkan pemakaian bahasa Sunda oleh seorang pejabat penegak hukum dalam suatu rapat.

Pupuhu Agung Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda, Ari Husein, menilai pernyataan terbuka Dahlan dalam rapat di DPR itu menjadi penistaan terhadap suku bangsa yang ada di Indonesia, bukan hanya suku Sunda.

"Kami sengaja melapor, pada intinya adalah pelanggaran konstitusi, ada pasal 32 ayat 2 (UUD 1945) yang harus memelihara bahasa daerah, bukannya melarang bahasa daerah," kata Husein, Kamis (21/1).

Dalam rapat dengan Jaksa Agung, Baharuddin, di Komisi II DPR, Dahlan berkata, "Pak JA (Jaksa Agung), ada Kajati yang dalam rapat, dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda. Ganti Pak (kepala Kejaksaan Tinggi) itu. Kita ini Indonesia," sebagaimana dilihat dari video di akun YouTube DPR.

Diketahui, secara politik, Jabar merupakan salah satu tiga besar provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia.

Dengan demikian, jumlah pemilih di Jabar menjadi sangat signifikan sebagai penyumbang suara dukungan, belum lagi ditambah perantau, keturunan dan yang terkait suku Sunda di dalam negeri dan luar negeri. (Antara)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar

Berita Terkait