2.000 Hamster di Hongkong Dimusnahkan, Warga Diminta Tak Ciumi Hewan Peliharaan

Sementara itu, para petugas yang berpakaian pelindung menyisir toko hewan yang menjadi jantung klaster penyebaran.

Eko Faizin
Rabu, 19 Januari 2022 | 20:55 WIB
2.000 Hamster di Hongkong Dimusnahkan, Warga Diminta Tak Ciumi Hewan Peliharaan
Ilustrasi Hamster [shutterstock]

SuaraRiau.id - Pemerintah Hong Kong mengeluarkan kebijakan memusnahkan 2.000 hamster usai 11 hamster terinfeksi Covid-19.

Pihak berwenang Hongkong juga memperingatkan masyarakat untuk tidak menciumi hewan-hewan peliharaan.

Diketahui, satu klaster Covid-19 pada manusia terlacak berasal dari seorang pegawai di sebuah toko hewan peliharaan.

Menurut pejabat setempat, dengan adanya temuan itu, pengecekan dilakukan pada ratusan binatang di Hongkong dan 11 hamster ditemukan terinfeksi.

Serupa dengan kebijakan tanpa toleransi yang diberlakukan oleh China daratan, Hong Kong yang merupakan wilayah di bawah pemerintahan China kemudian memerintahkan agar 2.000 hamster dimatikan 'secara manusiawi'.

Kegiatan impor dan penjualan binatang pengerat itu juga diperintahkan untuk dihentikan. Berbagai toko hewan di kota tersebut ditutup dan disemproti disinfektan.

Sementara itu, para petugas yang berpakaian pelindung menyisir toko hewan yang menjadi jantung klaster penyebaran. Toko tersebut berada di distrik sibuk Causeway Bay.

Kelompok lokal aktivis antipenyiksaan hewan Prevention of Cruelty to Animals (SPCA), yang mengoperasikan klinik-klinik kesehatan hewan, meminta agar perintah pemusnahan tersebut dipertimbangkan lagi.

"SPCA merasa kaget dan khawatir atas pengumuman pemerintah baru-baru ini soal penanganan pada 2.000 hewan kecil, yang tidak mempertimbangkan keselamatan hewan serta aspek ikatan antara manusia dan hewan," kata kelompok tersebut.

Kepala badan kesehatan Hong Kong, Sophia Chan, mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihak berwenang mengambil tindakan atas dasar kehati-hatian kendati tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan bisa menulari manusia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini