alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anggota Polisi Diduga Aniaya Tahanan hingga Tewas Akhirnya Ditahan

Eko Faizin Rabu, 08 Desember 2021 | 09:34 WIB

Anggota Polisi Diduga Aniaya Tahanan hingga Tewas Akhirnya Ditahan
ilustrasi penganiayaan oknum polisi terhadap tahanan hingga tewas. [pixabay.com]

Penganiayaan oknum polisi yang bertugas di Polres Bener Meriah, Aceh itu menyebabkan tahanan berinsial S tewas.

SuaraRiau.id - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh akhirnya menahan anggota polisi yang diduga menganiaya seorang tahanan Polres Bener Meriah.

Penganiayaan oknum polisi yang bertugas di Polres Bener Meriah, Aceh itu menyebabkan tahanan berinsial S tewas.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy mengatakan penahanan oknum polisi tersebut untuk memudahkan pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini, Propam Polda Aceh telah menahan oknum Polres Bener Meriah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian ditindaklanjuti pencopotan jabatan tersebut agar bisa diperiksa secara intensif di Polda Aceh," kata Kombes Winardy dikutip dari Antara.

Sebelumnya, tahanan Polres Bener Meriah berinisial S alias F meninggal dunia diduga dianiaya oknum polisi.

Sebelum meninggal dunia, S alias F sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin di Banda Aceh.

Menurut Kombes Pol Winardy, Polda Aceh serius menangani setiap pelanggaran, baik pidana maupun tidak, yang dilakukan oknum kepolisian. Mereka yang terbukti bersalah diberikan sanksi tegas sesuai aturan peraturan perundang-undangan berlaku.

Kombes Pol Winardy mengatakan Kapolres Bener Meriah AKBP Agung Surya didampingi sejumlah personel sudah bersilaturahmi ke rumah almarhum S alias F di Desa Alue Jamok, Kecamatan Baktya, Kabupaten Aceh Utara.

Pada kesempatan itu, kata Kombes Pol Winardy, Kapolres Bener Meriah menyampaikan permohonan maaf atas tindakan oknum anggota Polres Bener Meriah yang diduga menganiaya S alias F.

"Kapolres menjamin bahwa oknum tersebut diproses secara hukum. Kapolres juga menyatakan akan melakukan pengawasan melekat dan berjenjang, sehingga kejadian seperti itu tidak terulang," tegas Winardy. (Antara)

Komentar

Berita Terkait