alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PPKM Pekanbaru Tak Kunjung Level 1, Wali Kota Firdaus Ungkap Penyebabnya

Eko Faizin Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:11 WIB

PPKM Pekanbaru Tak Kunjung Level 1, Wali Kota Firdaus Ungkap Penyebabnya
Penyekatan jalan tetap dilakukan meski Pekanbaru sudah menerapkan PPKM Level 3. [Defri/Riauonline]

PPKM Pekanbaru periode ini berstatus masih tetap level 2 bersama dengan Dumai.

SuaraRiau.id - Pemerintah memperpanjang PPKM Luar Jawa-Bali selama 3 minggu yaitu hingga 8 November 2021. Perpanjangan tersebut lebih lama dari Jawa-Bali yang hanya 2 pekan.

PPKM Pekanbaru periode ini berstatus masih tetap level 2 bersama dengan Dumai. Sementara sepuluh daerah lain di Riau menerapkan PPKM Level 3.

Penyebab Pekanbaru masih menerapkan PPKM Level 2 lantaran berbagai aspek. Di antaranya masyarakat yang suka bepergian ke luar daerah, dan tidak jujur dalam setiap informasi pemeriksaan tracing Covid-19.

Walikota Pekanbaru Firdaus mengakui daerahnya sulit turun ke PPKM Level 1. Selain masalah vaksinasi warga lanjut usia,tracing kontak erat yang harus mencapai 1:14 sulit didapat.

"Mereka menyampaikan kesulitan tracing yang terkena COVID-19, karena banyak berpergian ke mana-mana sehingga sulit untuk mencapai 14 (kontak erat). Itu yang pertama. Yang kedua ada juga yang tidak mau membuka dan tidak jujur menjawab, ini juga menjadi kendala," terang Firdaus dikutip dari Antara, Rabu (20/10/2021).

Faktor lain juga yang menghambat Pekanbaru turun ke level 1 yakni belum maksimalnya vaksinasi lansia. Namun ini akan segera digesa lewat upaya jemput bola ke rumah-rumah warga.

"Kami akan gesa vaksinasi lansia doorto door," kata Firdaus.

Sedangkan untuk mengatasi dua kendala yang menghambat PPKM level 1 itu, warga diimbau agar mau jujur dalam memberikan data sehingga akan mempercepat penanganan Covid-19 dan dapat memenuhi indikator untuk turun ke PPKM level 1.

Indikator lain seperti vaksin khususnya lansia sudah tidak menjadi patokan lagi karena sudah terpenuhi. Lansia di Pekanbaru sudah 34 lebih persentasenya. Kalau untuk keseluruhan realisasi vaksinasi sudah 70 lebih.

"Makanya untuk vaksin kita tidak jadi ukuran lagi karena sudah terpenuhi oleh kita. Hanya satu saja indikator kontak erat tadi. Maka untuk kontak erat ini kita minta, tidak hanya petugas di Puskesmas maupun kamtibnas tapi juga pak RT RW supaya juga mengingatkan kepada warga yang terpapar tadi menyampaikan informasi secara jujur," ujar Wali Kota.

Firdaus juga meminta kepada petugas, menghadapi kontak erat agar tidak kaku karena sudah ada gambaran dan petunjuknya.

Selain itu, ia juga tidak bosan mengimbau masyarakat disiplin pada protokol kesehatan dengan tetap menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencegah mobilitas interaksi. (Antara)

Komentar

Berita Terkait