SuaraRiau.id - Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua merusak sejumlah fasilitas umum di Pegunungan Bintang beberapa hari lalu. Puskesmas hingga sekolah dikabarkan dibakar mereka.
Tak hanya itu, sejumlah tenaga kesehatan yang ada di sana dianiaya KKB sebelum melarikan diri. Bahkan ada seorang perawat meninggal dunia akibat insiden kekerasan tersebut.
Seorang tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas Distrik Kiwirok, Gabriela Meilan (22) meninggal di jurang usai diserang KKB Papua.
![Gabriella Meilani, nakes yang gugur akibat serangan KKB Papua. [IST]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/09/17/67355-gabriella-meilani-nakes-yang-gugur-akibat-serangan-kkb-papua-ist.jpg)
Gabriela Meilan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (15/9/2021). Namun, jenazahnya belum bisa dievakuasi dari lokasi karena terkendala peralatan dan cuaca yang tidak mendukung.
Menyikapi kejadian itu, Inisiator Satgas Perubahan Pegunungan Bintang, Yeremias Tapyor mengutuk keras dan menyesalkan tindakan keji yang dilakukan KKB kepada para nakes.
Yeremias mengecam tindakan itu lantaran para nakes telah berjuang menjalankan misi kemanusiaan, untuk melayani kesehatan masyarakat pelosok Papua, namun justru jadi sasaran penyerangan.
Dia sangat terpukul atas meninggalnya perawat muda Gebriella Meilani, dan sejumlah nakes terluka parah dalam serangan brutal tersebut.
Yeremias menyampaikan kesedihan yang mendalam.
Yeremias Tapyor sendiri merupakan sosok inisiator sekaligus pihak yang merekrut sejumlah orang untuk menjadi tenaga medis, dan melayani di Distrik Kiwirok.
“Tidak disangka, peristiwa itu terjadi disaat engkau yang berjuang menyelamatkan orang Papua di Pegunungan Bintang dari kepunahan, justru menjadi korban di tempat tugas. Saya sebagai mantan pimpinan sekaligus menjadi orangtua engkau dan kawan-kawanmu di Pegunungan Bintang, saat ini merasa hati ini hancur tercabik-cabik melihat berita duka yang sedang tersebar di media ini,” kata Yeremias dikutip dari Hops.id--jaringan Suara.com, Jumat (17/9/2021).
- 1
- 2