facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Anggota Paskibraka Asal Riau, Disiplin dan Giat di Tengah Pandemi

Muhammad Yunus Minggu, 22 Agustus 2021 | 14:18 WIB

Kisah Anggota Paskibraka Asal Riau, Disiplin dan Giat di Tengah Pandemi
Anggota Paskibraka asal Riau Hervy Shendyka Wiratama dan Dwita Okta Amelia Herdian di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau [SuaraRiau.id / Istimewa]

Perwakilan Provinsi Riau dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

SuaraRiau.id - Salah satu perwakilan Provinsi Riau dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Dwita Okta Amelia Herdian membagikan pengalamannya menjadi anggota Paskibraka Nasional 2021.

Siswi SMA Negeri 1 Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ini terpilih menjadi Anggota Paskibraka Nasional. Setelah melalui tahap seleksi yang berlangsung selama 4 hari di Pekanbaru. Mulai tanggal 19-22 Mei 2021.

Dwita mengungkapkan, dirinya berhasil terpilih menjadi utusan Provinsi Riau karena sudah mengikuti seleksi mulai dari seleksi fisik, mental, pengetahuan sejarah dan lainnya. Remaja berusia 16 tahun ini awalnya tidak menyangka bisa terpilih.

"Menjadi perwakilan Provinsi Riau yang berarti saya diberi tanggung jawab dari para Ibu dan Bapak di Dinas Pemuda dan Olahraga, kakak pelatih serta yang bersangkutan untuk menjadi perwakilan Provinsi Riau," jelasnya, Sabtu (21/8/2021).

Baca Juga: Syarat Dapat Pinjaman Lunak Rp 10 Juta Tanpa Bunga Bagi UMKM Kepulauan Riau

Ia mengaku, bahwa menjalani latihan di masa pandemi Covid-19 membutuhkan kesabaran dan kekuatan yang ekstra. Meskipun dalam situasi pandemi, anggota Paskibraka Nasional 2021 tetap dituntut disiplin, tenang, dan patuh terhadap protokol kesehatan.

"Perubahannya di masa pandemi ini banyak dan tantangannya berat. Dimana yang biasanya kita latihan tidak pakai masker sekarang malah double mask, jadi sesak. Serta bagaimana caranya kita tetap tahan nafas, jaga badan dan sikap saat lagi PBB, ini harus betul-betul tenang," ungkap Dwita.

Tidak hanya itu, dalam situasi serba terbatas, Dwita mengaku masa perkenalan dengan teman-teman dari daerah lainpun agak sulit karena harus menjaga jarak. Selain membatasi interaksi dengan para peserta lainnya, untuk makan pun di kamar masing-masing.

"Di sana kami dikasih vitamin, dan makannya harus selalu habis, kalau masker sudah basah harus diganti, kami juga diswab 3 kali sehari," katanya.

Namun remaja asal Rokan Hulu ini tidak patah semangat, ia bisa mengambil kondisi keterpurukan menjadi sebuah pelung untuk menorehkan prestasi dimasa mudanya yakni dengan terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2021.

Baca Juga: Pulau Penyangga Batam Nol Kasus Covid-19, Satgas: 396 Orang Masih Dirawat

"Memang perubahannya banyak dan serba dibatasi, tapi ini jadi kesempatan dan peluang dimasa pandemi untuk bisa berprestasi dan membanggakan orang tua, provinsi, kabupaten serta sekolah sehingga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya," imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait