alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Yenny Wahid Mundur Komisaris Garuda, Mantan Jubir Gus Dur Singgung Said Aqil

Eko Faizin Sabtu, 14 Agustus 2021 | 09:42 WIB

Yenny Wahid Mundur Komisaris Garuda, Mantan Jubir Gus Dur Singgung Said Aqil
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil. [Suara.com/Arga]

Adhie mengaku sudah lama menyarankan tokoh NU untuk undur diri dari pemerintahan.

SuaraRiau.id - Kabar mengejutkan datang dari Yenny Wahid. Ia mengumumkan diri bahwa mundur dari jabatan Komisaris PT Garuda Indonesia.

Keputusan mundurnya Yenny Wahid tersebut disampaikaan lewat akun twitter pribadinya @yennywahid yang diunggah pada hari ini, Jumat (13/8/2021).

Menanggapi mundurnya putri Gus Dur itu dari Garuda, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M Massardi ikut menyinggung Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil.

Putri mantan Presiden RI ke-4 Abdurrachman Wahid, Yenny Wahid, menyambangi gedung KPK, di Jakarta, Sabtu (24/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Putri mantan Presiden RI ke-4 Abdurrachman Wahid, Yenny Wahid, menyambangi gedung KPK, di Jakarta, Sabtu (24/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Adhie Massardi menyebut bahwa keputusan Yenny Wahid mundur dari jabatan Komisaris Independen Garuda Indonesia patut ditiru oleh tokoh NU lainnya yang menjabat komisaris BUMN seperti Said Aqil.

Adhie mengaku sudah lama menyarankan tokoh NU untuk undur diri dari pemerintahan. Khususnya yang duduk sebagai komisaris BUMN yang menurutnya tidak memberikan keuntungan tapi malah menjadi mudarat.

“Waktu itu saya sudah mengusulkan agar teman-teman NU menarik diri dari pemerintahan, karena tidak membawa keuntungan, uangnya tidak seberapa tapi mudaratnya itu besar sekali,” terang Adhie Massardi, Jumat 13 Agustus 2021 seperti dikutip Terkini.id--jaringan Suara.com, Sabtu (14/8/2021).

Pada kondisi saat ini, kata Adhie, secara garis besar perusahaan BUMN dalam kondisi merugi. Tetapi, hanya BUMN yang memiliki pejabat dari kalangan NU yang menjadi sorotan publik.

Ia pun menilai, Menteri BUMN Erick Thohir sengaja menarik tokoh-tokoh NU sebagai bumper kerugian BUMN.

“Semua BUMN itu merugi karena dikorupsi sama tata kelola yang ngaco, kemudian Erick sebagai Menteri BUMN tidak memiliki kapasitas untuk mengurusi BUMN jadi orang-orang NU itu hanya dipakai sebagai bumper,” ujar mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid itu.

Selain Yenny Wahid, kata Adhie Massardi, tokoh NU itu yakni Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj yang duduk sebagai Komisaris PT Kereta Api Indonesia.

Komentar

Berita Terkait