alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sindir Pihak yang Suka Nyinyir ke Pemerintah, Ngabalin: Jemaah Alqadruniyah

Eko Faizin Selasa, 27 Juli 2021 | 18:55 WIB

Sindir Pihak yang Suka Nyinyir ke Pemerintah, Ngabalin: Jemaah Alqadruniyah
Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin usai bertakziah ke rumah duka almahum eks Jubir Presiden, Wimar Witoelar di kawasan Cilandak, Jaksel. (Suara.com/Yauma)

Seperti yang terlihat, banyak warganet yang ikut memberikan komentar terkait unggahan Ngabalin.

SuaraRiau.id - Ali Mochtar Ngabalin baru-baru ini mengungkapkan kekesalannya kepada pihak yang mencoba mengganggu kebijakan Covid-19 yang diatur oleh pemerintah.

Ali Ngabalin mengemukakan hal tersebut melalui akun Twitternya AliNgabalinNew pada Selasa 27 Juli 2021.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) itu menilai bahwa pihak yang sering melakukan nyinyiran, memfitnah, serta mengadu domba merupakan sosok ‘sampah’ demokrasi dan kaum ‘Alqadruniyah’.

“Ngerocos, nyinyir, menghasut, fitnah, adu domba berikut yang sejenisnya telah menjadi kebutuhan primer kaum bedebah, BSH, jamaah alqadruniyah, sampah demokrasi yang selalu mengganggu konsentrasi penanganan pandemi Covid-19,” tulis Ngabalin seperti dikutip Terkini.id--jaringan Suara.com, Selasa (27/7/2021).

Walaupun banyak yang kontra, Ngabalin mengaku pihaknya akan terus mendukung seluruh kebijakan pemerintah demi menangani pandemi Covid-19.

“Maju terus pak menteri dan seluruh jajarannya, Gaspol!” kata dia.

Seperti yang terlihat, banyak warganet yang ikut memberikan komentar terkait unggahan Ngabalin.

“Kadrun pindah aje ke syuriah, Percumah hidup di NKRI, cuma bisa nyinyir..rong rong pancasila, Semangat..bang ali, Sikat terus kadrun,” komentar Suciptoditoyah1.

“Cuman nggak habis fikir kalau niatnya naikin elektabilitas oposan ya jangan dg cara nunggangin pandemi skalian nyinyir ke pemerintah, harusnya mereka berlomba lomba cari cara bantu rakyat terdampak pandemi, masak gitu wae kudu diajari,” komentar Kangirul803.

“Terlalu besar hasrat berkuasa namun gagal. Dendam berkarat 5 tahun. Apapun yg dibuat Pemerintah selalu salah di matanya,” komentar MjsSipayung.

Komentar

Berita Terkait