alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dokter Reisa: 60 Juta Anak Indonesia Kehilangan Masa Indah di Sekolah

Eko Faizin Jum'at, 23 Juli 2021 | 22:07 WIB

Dokter Reisa: 60 Juta Anak Indonesia Kehilangan Masa Indah di Sekolah
Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro. (Youtube BNPB I

Dokter Reisa menyebut ada banyak anak yang kehilangan kesempatan bermain dan mengenal alam terbuka.

SuaraRiau.id - Situasi 80 juta lebih anak di Indonesia tidak sedang baik-baik saja di tengah pandemi Covid-19 yang sudah berjalan setahun lebih.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro dalam siaran pers secara virtual di Hari Anak Nasional 2021, Jumat (23/7/2021).

"Sekitar 60 juta anak-anak Indonesia kehilangan masa indah di sekolah, sebagian bahkan tidak bisa melakukan pembelajaran jarak jauh karena fasilitas tidak tersedia," kata Reisa dilansir dari Antara.

Dokter Reisa menyebut ada banyak anak yang kehilangan kesempatan bermain dan mengenal alam terbuka.

Di dunia maya pun, ancaman masih ada, masih banyak anak yang mengalami perundungan, diskriminasi dan kekerasan verbal di media sosial.

“Tekanan dan beban mental saat menjalani pandemi pasti tidak mudah bagi anak-anak Indonesia, dan yang paling membuat sedih, beberapa dari anak Indonesia, kehilangan orang tua mereka yang tidak dapat diselamatkan, pada saat menderita COVID-19,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Reisa menyampaikan peran pemerintah dalam menguatkan strategi 3T (testing, tracing, dan treatment) kepada perwakilan anak yang turut hadir secara virtual dalam kegiatan itu.

"Tidak semua orang memiliki kesehatan prima, misalnya orang lanjut usia yang sudah punya penyakit menahun, apabila tanpa sengaja tertular oleh orang yang membawa virus, bisa berakibat fatal,” ujar dr Reisa.

Ia mengatakan saat ini sudah ada hampir 1.000 rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia, dan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Indonesia saat ini sudah hampir 125 ribu ruangan.

“Upaya pemerintah ini semoga membuat pasien sembuh makin banyak, kemarin kasus sembuh kita 36.370, naik dari hari sebelumnya yang berjumlah 32.887,” ungkap Dokter Reisa. (Antara)

Komentar

Berita Terkait