Menurut Rangga, kejadian ini merupakan sebuah kehilangan yang sangat mendalam.
"Mewakili keluarga besar RSUD Mandau, di mana saat meningkatnya kasus Covid-19 ini, kita harus mengikhlaskan kepergian salah satu pejuang terbaik kita, perawat yang sangat berdedikasi dalam menjalankan tugasnya. Kami berharap semoga almarhumah diberikan tempat yang terbaik oleh Yang Maha Kuasa, dan keluarga yang ditinggalkan di berikan ketabahan dan keikhlasan," ungkapnya.
Yayuk sendiri mulai diketahui terinfeksi Covid-19 pada tanggal 16 Mei 2021, dan kemudian di rawat di ruang isolasi.
Selama perawatan, karena gejala yang dialami cukup berat maka Yayuk dipindahkan ke Ruangan ICU Covid-19, untuk mendapatkan pertolongan yang maksimal. Namun selama 7 hari perawatan, nyawanya tetap tidak bisa tertolong.
"Tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 memiliki resiko mendapat gejala yang lebih berat, mengingat kondisi kesibukan yang meningkat terutama disaat pandemi ini dapat menurunkan imunitas. Selain itu, kontak yang terus menerus dengan pasien positif juga meningkatkan kemungkinan untuk terpapar lebih sering. Meskipun dalam bekerja, setiap tenaga kesehatan telah dilengkapi dengan APD yang sesuai standar namun tetap saja resikonya masih ada," jelas Rangga.
Menurut Rangga, di samping itu, kemungkinan kontak tidak hanya saat berada di tempat kerja, namun mengingat meningkatnya kasus positif Covid-19 akhir ini, maka kita harus selalu waspada terhadap risiko kontak di luar rumah.
Saat melepas kepulangan dari almarhumah tersebut, turut hadir keluarga yang ditinggalkan, seluruh manajemen, dokter dan karyawan RSUD Mandau untuk memberikan penghormatan dan mengenang momen terakhir bersama almarhumah.
Terdengar juga isak tangis dari rekan kerja yang merasa sangat kehilangan atas kepulangannya.
"Selamat jalan pahlawan kesehatan, jasamu tidak akan pernah pudar dan akan selalu menjadi penyemangat untuk kita semua," ujar Rangga.
Kontributor : Panji Ahmad Syuhada