Untuk pendanaan, kata Ferry, dari swadaya yang dikumpulkan pemuda.
"Banyak juga masyarakat yang membantu pendanaan. Uang yang terkumpul dibelikan bahan untuk membuat balon udara dan membeli minyak untuk lampu colok," jelasnya.
" Ada lima balon udara yang dibuat oleh pemuda dengan berbagai macam bentuk dan siap diterbangkan," tutupnya.
Hal senada dikatakan Ketua RT 10 Kampung Benteng Hulu, Indra Setiawan. Dikatakannya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan pemuda sangat didukung oleh masyarakat.
Bahkan dirinya juga tak sungkan-sungkan turut membantu pemuda saat malam hari membuat balon udara.
"Kegiatan pemuda yang positif bahkan menjaga tradisi di tengah pandemi seperti ini harus disupport penuh," kata Indra sapaan akrabnya.
Dijelaskan Indra, sudah menjadi tradisi setiap tahunnya seusai lebaran Idul Fitri bahkan Idul Adha para pemuda setempat membuat balon udara dan diterbangkan setelah solat.
"Selain menjaga tradisi, menerbangkan balon udara setelah salat Id merupakan bagian dari menghibur masyarakat," tutupnya. .
Di lokasi diterbangkan balon udara itu, tampak puluhan masyarakat yang menyaksikan dengan suka cita. Bahkan, tawa lepas serta tepuk tangan dari masyarakat juga tampak setelah balon udara mulai diterbangkan.
Kontributor : Alfat Handri