alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jenderal Kekaisaran Sunda, Ternyata Seorang Kepala Keamanan RT

Eko Faizin Kamis, 06 Mei 2021 | 14:47 WIB

Jenderal Kekaisaran Sunda, Ternyata Seorang Kepala Keamanan RT
Lambang Negara Kekaisaran Sunda Nusantara tertempel di kaca belakang Jenderal Muda Rusdi Karepesina yang dirazia polisi di Gerbang Tol Cawang pada Rabu (5/5/2021). [Suara.com/M Yasir]

Dia pun mengaku terkejut ketika mendengar kabar mengenai Kekaisaran Sunda.

SuaraRiau.id - Seorang pria bernama Rusdi Karepesina menjadi perbincangan lantaran mobil berpelat Kekaisaran Sunda Nusantara ditilang di Tol Cawang.

Lelaki yang mengaku sebagai Jenderal Kekaisaran Sunda itu ternyata seorang Kepala Keamanan di lingkungan RT tempat tinggalnya di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Dia jadi kepala keamanan RT saya. Jadi, seksi keamanan di pegang beliau. Misalnya pernah ada pencurian kabel PLN 8 kalau di RT saya, beliau yang nangani, ada pencurian mobil dia bantu," kata Ketua RT 06 tempat tinggal Rusdi Karepesina, Arif Indra dikutip dari Antara, Kamis (6/5/2021).

Sosok Rusdi Karepesina, bagi Arif, dikenal sebagai warga yang baik di lingkungan tempat tinggal.

Dia pun mengaku terkejut ketika mendengar kabar mengenai Kekaisaran Sunda.

"Saya tidak tahu, tidak pernah dengar atau tidak pernah lihat kegiatan tersebut di lingkungan kami maupun di rumah beliau. Lingkungan RT kami cukup kecil. Kalau ada apa-apa pasti warga lapor misal kalau ada pesta-pesta atau kegiatan keagamaan," ujar dia.

Mengenai mobil berpelat nomor Kekaisaran Sunda yang dikendarai Rusdi Karepesina, menurut Arif Indra, kendaraan itu memang sebelumnya sudah sering digunakan yang bersangkutan.

"Saya lihat hanya sekali dua kali, tidak sering. Dulu setahu saya ada stiker itu menempel di mobilnya hanya saja. Kalau pelat nomornya tidak pernah lihat," imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Satuan Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya menahan sebuah kendaraan dengan pelat nomor SN 45 RSD dengan identitas kendaraan yang diterbitkan oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

"Kita tilang berdasarkan Undang-Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo.

Komentar

Berita Terkait