alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sarat Makna, Syair Gurindam 12 Raja Ali Haji Mampu Tangkal Radikalisme

Tasmalinda Minggu, 11 April 2021 | 09:58 WIB

Sarat Makna, Syair Gurindam 12 Raja Ali Haji Mampu Tangkal Radikalisme
Syair Gurindam 12 [Kemendikbud.com] Sarat Makna, Syair Gurindam 12 Raja Ali Haji Mampu Tangkal Radikalisme

Syair Gurindam 12 gubahan Raja Ali Haji yang sarat makna dinilai mampu menangkal radikalisme. Berikut kutipan isi syair tersebut.

SuaraRiau.id - Radikalisme juga mampu dicegah dengan nilai-nilai kearifkan lokal yang sudah lama dikenal, salah satunya Gurindam 12 gubahan Raja Ali Haji.

Syair yang sarat makna dinilai Budayawan asal Provinsi Kepulauan Riau Abdul Malik akan mampu menangkal radikalisme.

"Sejumlah pasal dalam Gurindam 12 gubahan Raja Ali Haji mengandung nilai-nilai yang menolak intoleran, kekerasan, radikalisme, dan terorisme," tutur Malik, yang juga mantan Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji, di Tanjungpinang.

Ia menjelaskan Raja Ali Haji di dalam Gurindam 12, Pasal I, bait 3, mengingatkan, "Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah".

Baca Juga: Tergiur Duit Puluhan Juta, Kurir Sabu 16 Kg di Riau Masuk Penjara Lagi

Artinya, radikalisme dan terorisme tidak boleh dilakukan karena tergolong larangan (tegahan) Tuhan.

"Allah melarang manusia membuat kerusakan di muka bumi. Dengan demikian, radikalisme dan terorisme jelas tak dibenarkan oleh Tuhan," ujarnya.

Radikalisme dan terorisme itu, menurut dia, terjadi karena kemarahan yang tidak terkendali. Sikap itu berhubungan dengan Gurindam 12, Pasal IV, bait 4, mengingatkan,

"Pekerjaan marah jangan dibela, nanti hilang akal di kepala".

Praktik radikalisme dan terorisme itu menunjukkan gejala pelakunya, seperti tidak mampu lagi menggunakan akal sehatnya, sehingga kemarahannya diluapkan dengan mencelakai orang lain.

Baca Juga: Oknum Ketua Gerindra di Riau Ditangkap Terkait Kasus Peredaran Narkoba

Perilaku kekerasan dalam tindak radikalisme itu juga mengindikasikan bahwa pelakunya berperilaku buruk. Berkaitan dengan itu, Gurindam 12, Pasal V, bait 3, mengatakan, "Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah pada kelakuan dia."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait