alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bikin 5 Hektare Lahan Gambut Pulau Rupat Terbakar, Dua Orang Ditangkap

Eko Faizin Selasa, 23 Februari 2021 | 13:30 WIB

Bikin 5 Hektare Lahan Gambut Pulau Rupat Terbakar, Dua Orang Ditangkap
Petugas kepolisian saat menyeberang ke lahan kebakaran untuk melakukan pendinginan dan pemadaman di Kabupaten Bengkalis. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]

Menurut Hendra, ada sekitar 5 hektare lahan gambut yang terbakar.

Karhutla Riau, Presiden arahkan Kapolda gerak cepat
Usai mengikuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2021 yang berlangsung di Istana Negara pada Senin (22/2/2021), Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Efendi langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti persoalan karhutla di lapangan.

Agung menjelaskan beberapa poin arahan Presiden yang harus segera dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau khususnya, perlu pemahaman dan kepedulian semua pihak.

“Bapak Presiden telah memberikan pengarahan dan penekanan kepada kita semua untuk kita harus memprioritaskan upaya pencegahan dan tidak terlambat dalam menangani titik api, itu penekanan pertama arahan Presiden," kata Irjen Agung, dalam keterangannya, Selasa (23/2/2021).

Agung menjelaskan, penekanan dan arahan Presiden untuk penanganan karhutla di Riau, diantaranya yaitu tentang manajemen pelaporan titik api agar terkoordinasi semua pihak, dengan mengupdate kondisi harian dengan memanfaatkan teknologi/dasboard.

Kemudian monitoring pengawasan titik panas/api agar sampai ke bawah. Dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas, para Babinsa dan masyarakat peduli api untuk mencegah dan menangani Karhutla, karena penyebab utama karhutla adalah faktor Manusia dengan motif Ekonomi.

Selanjutnya Presiden menekankan untuk penataan ekosistem gambut agar tetap dilakukan dengan menjaga tinggi permukaan air gambut dan jangan membiarkan api membesar terlambat memadamkan, agar direspon dengan cepat.

"Kemudian penggunaan water boombing hanya bila api sudah besar dan tidak terkendali, karena mengoperasionalkan water boombing memerlukan biaya besar dan penegakan hukum pelaku karhutla dilakukan tanpa kompromi," ungkapnya.

Lebih lanjut Agung mengatakan akan segera menindaklanjuti arahan Presiden.

“Iya, kita akan langsung tancap gas dengan berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak dan lebih memaksimalkan lagi penggunaan aplikasi, dalam hal ini aplikasi Dashboard Lancang Kuning yang telah menjadi Aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara sebagai alat yang efektif mendeteksi secara akurat dan secara dini sehingga akan memudahkan kita dalam mengelola dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan sebagaimana arahan dan penekanan Presiden," turur Agung.

Kontributor : Panji Ahmad Syuhada

Komentar

Berita Terkait