facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Persekutuan Gereja Nilai Ada Pihak yang 'Menggoreng' Isu Jilbab di Sumbar

Eko Faizin Kamis, 28 Januari 2021 | 15:06 WIB

Persekutuan Gereja Nilai Ada Pihak yang 'Menggoreng' Isu Jilbab di Sumbar
Ilustrasi Jilbab. [Dok.Pixabay]

Hanya saja sepertinya ada pihak yang berusaha "menggoreng-goreng" persoalan itu sehingga seolah menjadi persoalan besar.

SuaraRiau.id - Polemik soal wajib jilbab bagi siswi di Sumatera Barat (Sumbar) ditanggapi Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) wilayah Sumbar dan Persekutuan Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) setempat.

Pihak persekutuan gereja menilai persoalan jilbab bagi siswa nonmuslim di SMKN 2 Padang adalah sebuah kesalahpahaman dan sudah diselesaikan.

Ketua PGI Wilayah Sumbar, Pendeta Titus Wadu menyatakan sekolah dan keluarga berbeda memahami aturan berpakaian di sekolah. Bukan masalah agama.

"Ini hanya kesalahpahaman. Sekolah dan keluarga berbeda memahami aturan berpakaian di sekolah. Bukan masalah agama. Pemprov Sumbar sudah bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Pendeta Titus Wadu dikutip dari Antara, Kamis (28/1/2021).

Menurutnya persoalan itu sebenarnya bisa diselesaikan secara musyawarah. Cara-cara persuasif seperti itu selama ini sudah berjalan dengan baik di Sumbar.

Hanya saja sepertinya ada pihak yang berusaha "menggoreng-goreng" persoalan itu sehingga seolah menjadi persoalan besar.

"Padahal ini hanya masalah kecil dan kita di Sumbar juga tidak ada gejolak. Biasa-biasa saja," katanya.

Dirinya mengatakan persoalan kecil itu tidak boleh menjadi penyebab retaknya kerukunan umat beragama yang telah terpelihara dengan baik di Sumbar selama ini.

"Saya sudah 31 tahun di Sumbar dan menjadi saksi bahwa kerukunan umat beragama di sini berjalan dengan baik," jelasnya.

PGI, kata Titus Wadu, mendukung sepenuhnya program peningkatan kualitas akhlak baik mental maupun spiritual di Sumbar, termasuk misalnya memakai jilbab di lembaga pendidikan untuk siswi muslim.

Komentar

Berita Terkait