alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Varian Baru Virus Corona Inggris Sudah Terdeteksi di Australia & Singapura

Eko Faizin Jum'at, 25 Desember 2020 | 09:16 WIB

Varian Baru Virus Corona Inggris Sudah Terdeteksi di Australia & Singapura
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Meski di Australia dan Singapura sudah terdeteksi dirinya meminta masyarakat tidak terlalu resah.

SuaraRiau.id - Varian baru virus Corona dari Inggris disebut 70 persen lebih menginfeksi dan sudah terdeteksi di Australia dan Singapura. Pemerintah Indonesia dalam hal ini sedang berupaya mengantisipasi masuknya varian baru virus tersebut.

Terkait itu, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menjelaskan bahwa Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sudah melakukan rapat tingkat menteri dan mengundang para pakar epidemiologi dan kesehatan untuk dapat memberi masukan pada pemerintah pada pekan sebelumnya.

Setelah Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk tidak memberikan libur panjang berturut-turut, maka libur Natal dan Tahun Baru dipotong sehingga waktunya tidak terlalu panjang guna menghindari peningkatan angka penularan Covid-19.

Mengutip Antara, Satgas Penanganan Covid-19 kini berupaya membatasi penularan dengan surat edaran, membatasi perjalanan wargan negara asing dan Warga Negara Indonesia (WNI) dari beberapa negara tertentu yang teridentifikasi sudah ada infeksi SARS-CoV-2 dari Inggris.

"Pemerintah beri larangan pada warga negara yang berasal dari Inggris, mudah-mudahan bisa lindungi warga kita di Tanah Air. Biasanya warga asing yang tiba di Indonesia harus memberikan hasil swab, lalu dilakukan lagi swab begitu tiba di Tanah Air dan harus menunggu hasilnya keluar sambil wajib karantina mandiri di tempat yang diatur pemerintah selama lima hari lalu diulang lagi swab PCR-nya," kata Doni dalam talkshow daring bertajuk Outlook 2021: Wajah Indonesia Setelah Pandemi, Kamis (24/12/2020).

Ia mengatakan diharapkan dengan cara tersebut akan lebih efektif melindungi masyarakat, mengingat sejak Maret lalu tim Satgas Penanganan Covid-19 bersama Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, Imigrasi, PT Angkasa Pura, PT Pelindo yang ikut mendapatkan hampir 3.000 angka positif Covid-19 dari mereka yang masuk ke Indonesia.

"Jadi ada puluhan ribu orang yang datang ternyata terjaring hampir tiga ribu, mungkin 2.800 orang terjaring Covid-19. Kalau petugas kita di bandara dan pintu masuk tidak optimal tentu kasus akan semakin banyak," jelas Doni.

Doni juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak. Ia berterima kasih sebesar-besarnya untuk semua unsur di lapangan, termasuk di Kantor Kesehatan Pelabuhan, unsur TNI/Polri serta relawan juga tentunya untuk cegah Covid-19 di masyarakat.

Sejumlah negara mempromosikan bahwa warganya negatif Covid-19, namun ternyata setidaknya ada 100 orang terjaring pemeriksaan infeksi SARS-CoV-2.

"Walau swab hasilnya negatif, diulang lagi ternyata positif," ujar Doni.

Komentar

Berita Terkait