Setelah proses pengeringan selesai pot tersebut di amplas supaya licin diberi cat dasar barulah di cat untuk mempercantik.
Menurut Zubirman, daya tahan pot buatannya cukup kuat, pernah suatu kali satu pot jatuh dari meja setinggi 1 meter tapi tidak pecah hanya saja ada yang retak hanya bagian ujung atas pot
Berhasilnya produksi awal, bapak empat anak ini mencoba membuat beberapa buah pot lagi, namun dengan bahan dasar berbeda yaitunya celana Jeans dan handuk bekas.
"Pembuatan yang kedua juga berhasil, saya coba membuat dengan berbagai bentuk dan variasi, hasilnya cukup memuaskan," tuturnya.
Seiring dengan tren tanaman hias saat ini pot buatan Zubirman mulai dilirik masyarakat, berawal dari cerita mulut ke mulut, warga sekitar mulai berminat dan memesan.
Untuk harga pot bunga Zubirman tidak mematok harga tinggi satu pot besar dijual dengan harga perkisaran Rp 20-100 ribu, tergantung ukuran dan banyak semen terpakai.
"Makin banyak semen yang digunakan, maka harganya makin mahal, Alhamdulillah 2 bulan membuat pot bunga sudah ada 30 orang tetangga yang memesan," tuturnya.
Pengakuannya, dengan alasan kurangnya pemasaran saat ini dirinya belum memproduksi pot bunga unik dalam jumlah banyak.
Selain keterbatasan modal juga menjadi kendala untuk menjadikannya sebuah usaha.