Situs Factcheck.org sebelumnya pernah memberitakan soal adanya klaim video tersebut dalam sebuah artikel berjudul "Doctors in Video Falsely Equate COVID-19 With a Normal Flu Virus".
Video tersebut ditentang keras lantaran memberikan informasi yang salah perihal Covid-19. Pasalnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan saat ini masyarakat khususnya Eropa juga masih berada di tengah situasi pandemi.
Dilansir dari Factcheck.org, adapun peningkatan jumlah kasus dan rawat inap di semakin meningkat. Hal tersebut pun dirasa membebani kemampuan pusat medis di beberapa daerah.
Lebih lanjut lagi, seorang dokter asal Jerman, Heiko Schoning dan sejumlah kepala kelompok yang dikenal dengan akronim Jerman ACU2020 mengumumkan pembentukan organisasi bernama World Doctors Alliance. Organisasi tersebut dibentuk untuk menantang kebenaran pandemi Covid-19.
Video unggahan World Doctors Alliance yang menuai berbagai komentar tersebut berdurasi 18 menit. Adapun isinya mengumumkan pembentukan grup mereka. Akan tetapi, video itu kini telah ditarik oleh YouTube lantaran melanggar persyaratan.
Sebab ada bagian dalam video tersebut yang memperlihatkan dua orang dokter menantang ilmu pengetahuan di balik pandemi dan telah beredar di Facebook tetapi dengan pernyataan dan statistik keliru.
Elke De Klerk, seorang dokter umum asal Belanda mempertahankan posisi kelompok tersebut dengan mengatakan dalam videonya bahwa mereka tidak memiliki pandemi. Ia juga menyebut bahwa Covid-19 adalah virus biasa. Namun, klaim itu dibantah tegas oleh WHO, CDC, sejumlah ahli lainnya.
Selain itu, De Klerk juga mengklaim bahwa penunjukkan pandemi didasarkan pada pengujian yang buruk, yakni dengan reaksi berantai polimerase atau PCR, uji molekuler yang menghasilkan positif palsu pada 89 hingga 94 persen kasus.
Namun, pernyataan tersebut tidak benar. Angka positif palsu tetap menjadi area pemeriksaan lanjutan. Studi terdahulu menunjukkan angka positif palsu tes ini jauh lebih sedikit daripada klaim yang diebutkan De Klerk.
Lebih lanjut lagi, dalam artikel yang belum lama ini dipublikasikan media inggris The Lancet Respiratory Medicine, disebutkan bahwa taksiran angka positif Covid-19 di Inggris berada di kisaran 0,8 hingga 4 persen. Sementara negatif palsu bisa mencapai 33 persen.