Indeks Terpopuler News Lifestyle

Isi Surat Orang Terkaya ke Jokowi soal PSBB Jakarta

Eko Faizin Minggu, 13 September 2020 | 10:30 WIB

Isi Surat Orang Terkaya ke Jokowi soal PSBB Jakarta
Tangkapan layar saat Presiden Joko Widodo memberi arahan kepada penerima bantuan presiden (Banpres) di Gedung Agung Yogyakarta dalam siaran Live di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (28/8/2020). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Dalam surat tersebut berisi argumentasi perihal keputusan Anies memberlakukan kembali PSBB total tidak tepat.

SuaraRiau.id - Budi Hartono orang terkaya Indonesia menyurati Presiden Joko Widodo. Budi Hartono merupakan pemilik Grup Djarum.

Budi Hartono mengirimkan surat untuk memberikan masukan menyangkut rencana Gubernur Jakarta Anies Baswedan memberlakukan PSBB total mulai Senin 14 September 2020.

Dalam surat tersebut berisi argumentasi perihal keputusan Anies memberlakukan kembali PSBB total tidak tepat.

Sebelumnya, Anies memberlakukan kembali PSBB total dengan alasan, semakin besarnya kasus positif Covid-19 di Jakarta, kemudian karena kapasitas rumah sakit yang akan mencapai maksimum dalam jangka dekat.

Isi surat yang dikirimkan Budi Hartono kepada Jokowi mendapat tanggapan dari sosiolog dari Univesitas Ibnu Chaldun Musni Umar. Musni mengatakan berdasarkan polling, pemberlakuan PSBB total memang ada yang setuju dan ada yang menolak.

"Ada polling PSBB di Twitter setuju atau tolak. Mayoritas mutlak setuju PSBB. Kalau bos Djarum kirim surat ke Presiden Jokowi tolak PSBB. Itu hak dia. Kita tunggu sikap Presiden Jokowi," kata Musni Umar.

Salinan surat Budi Hartono diposting mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Polandia Peter Frans Gontha ke akun Instagram, kemarin.

"Surat Budi Hartono, orang terkaya di Indonesia, kepada Presiden RI September 2020," tulis Peter.

Budi Hartono dalam suratnya menjelaskan kenapa dia menilai keputusan untuk memberlakuan PSBB total tidak tepat.

Pertimbangannya, pertama, hal ini disebabkan PSBB di Jakarta selama ini terbukti tidak efektif dalam menurunkan tingkat pertumbungan infeksi.

Komentar

Berita Terkait