- Kepala BPS Riau Asep Riyadi menyatakan PDRB Riau triwulan III-2026 mencapai Rp351,08 triliun dan tumbuh 4,65 persen secara tahunan.
- Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar PDRB Riau sebesar 28,96 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, serta perikanan sebesar 27,74 persen.
- Ekspor luar negeri mendominasi pengeluaran PDRB Riau triwulan III-2026 sebesar 33,15 persen dan mencatatkan pertumbuhan 9,19 persen secara tahunan.
SuaraRiau.id - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp351,08 triliun pada triwulan III-2026.
Angka tersebut menempatkan Riau sebagai provinsi dengan perekonomian terbesar keenam di Indonesia dan terbesar kedua di luar Pulau Jawa.
Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan nilai PDRB Riau berdasarkan harga konstan (ADHK) 2010 pada periode yang sama tercatat sebesar Rp159,88 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Riau, yakni mencapai 28,96 persen.
"Struktur PDRB Riau menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III-2026 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Riau masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 28,96 persen," kata Asep, Jumat (6/11/2026).
Setelah industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar kedua dengan kontribusi 27,74 persen.
Selanjutnya, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 19 persen, konstruksi sebesar 9,49 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 8,99 persen.
Kelima lapangan usaha tersebut secara keseluruhan memberikan kontribusi hingga 94,18 persen terhadap struktur perekonomian Riau.
Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Riau pada triwulan III-2026 mengalami peningkatan sebesar 4,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara tahunan (year-on-year/yoy).
Pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor jasa perusahaan sebesar 14,60 persen. Kemudian diikuti jasa lainnya sebesar 13,46 persen dan penyediaan akomodasi serta makan minum sebesar 10,47 persen.
Sementara itu, dua sektor dengan kontribusi besar terhadap perekonomian Riau juga mencatat pertumbuhan positif.
Industri pengolahan tumbuh 5,59 persen, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat 3,83 persen.
"Sementara itu, dua sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap struktur ekonomi Riau, yakni industri pengolahan dan pertanian, kehutanan, dan perikanan, masing-masing tumbuh 5,59 persen dan 3,83 persen," jelas Asep.
Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 0,26 persen secara tahunan.
Berdasarkan komponen pengeluaran, struktur PDRB Riau masih didominasi ekspor luar negeri dengan kontribusi sebesar 33,15 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Ekonomi Riau Capai Rp351 Triliun, Terbesar Keenam Nasional
-
Agung Nugroho Rotasi 8 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Berikut Daftar Namanya
-
Dikaitkan Skandal Penyadapan Presiden, Pihak Abdul Wahid Laporkan Akun TikTok
-
Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban
-
Jenderal Listyo Tersangka Penyadapan Presiden, Pernah Diberi Anugerah Adat LAM Riau