- Seorang wanita berusia 64 tahun ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Siak pada Selasa, 27 Oktober 2026.
- Pelaku pembunuhan adalah anak kandungnya sendiri yang merupakan anggota polisi aktif berinisial WP.
- Polisi berhasil menangkap terduga pelaku di Jalan Hang Tuah dan menyita sejumlah barang bukti pisau serta perhiasan korban.
SuaraRiau.id - Seorang wanita F (64) warga Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya sendiri.
Diketahui, korban tewas di tangan anak kandungnya sendiri berinisial WP (37) dengan luka tusuk pada bagian leher.
WP merupakan seorang anggota polisi aktif yang sebelumnya berdinas di Brimobda Kelapa Dua kemudian pindah ke Biddokkes Polda Riau.
Adik kandung korban, Herman mengaku terkejut saat pertama kali menerima telpon dari anak korban yang notabene adik dari pelaku.
"Om, emak dibunuh abang," kata Herman menceritakan awal mula kejadian tersebut, Selasa (27/10/2026).
Diceritakan Herman, kejadian itu diperkirakan terjadi sebelum jam 06.00 WIB. Sebab, ia mendapatkan informasi tersebut melalui telfon pada pukul 05.50 WIB.
Kemudian, pelaku keluar rumah dengan kondisi rumah terkunci dan digembok.
Saat pelaku keluar rumah, ia sempat bertemu dengan tetangganya dan memberitahu bahwa ibunya sudah tidur dengan tenang.
"Dengan tetangga yang bertemu saat dia keluar rumah dia menyampaikan kalau emak sudah tidur dengan tenang," kata Herman.
Tetangga yang merasa curiga, tambah Herman, berupaya masuk ke dalam rumah dan saat itulah ditemukan korban sudah bersimbah darah.
"Dibuka paksa rumah, nampaklah kak di kelambu dengan kondisi berdarah," sebut Herman.
Sementara itu, Kapolres Siak AKPB Sepuh Ade Irsyam Siregar menyampaikan korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sekira pukul 06.00 WIB.
"Diduga pelaku tidak lain adalah anak kandungnya sendiri, WP yang diketahui berprofesi sebagai anggota Polri bertugas di Biddokkes Polda Riau (dalam perawatan)," ungkap Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.
Kronologisnya, peristiwa ini pertama kali terungkap ketika salah seorang saksi, Afrina Ramayana Daulay, merasa curiga usai terduga pelaku keluar rumah sekitar pukul 06.30 WIB dan berjarak singkat mengatakan bahwa ibunya "tidur dengan nyaman".
Usai membeberkan kalimat tersebut, terduga pelaku langsung pergi meninggalkan lokasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Anggota Polisi Biddokkes Polda Riau Bunuh Ibu Kandung, Pernah Dinas di Brimob
-
Sadisnya Anggota Polisi Riau, Habisi Nyawa Ibu Kandung di Siak
-
Geger di Siak, Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka di Leher
-
DBH Merosot 57 Persen, Transfer Pusat ke Daerah Riau Turun
-
Mahasiswa Unri Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Satgas PKH Dievaluasi