- Kanwil DJPb Riau mencatat realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp7,06 triliun atau 72,48 persen hingga September 2026.
- Peningkatan belanja pusat didorong oleh lonjakan belanja modal yang tumbuh signifikan sebesar 228,11 persen atau Rp924,99 miliar.
- Penyaluran Transfer ke Daerah turun 17,22 persen menjadi Rp14,85 triliun akibat penurunan Dana Bagi Hasil dan Dana Desa.
SuaraRiau.id - Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Riau menyatakan realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp7,06 triliun atau 72,48 persen dari pagu anggaran.
Belanja pemerintah di Provinsi Riau tersebut tumbuh 37,17 persen hingga September 2026, terutama didorong lonjakan belanja modal.
Namun, di saat yang sama, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) mengalami penurunan 17,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi TKD hingga September 2026 mencapai Rp14,85 triliun atau 80,81 persen dari pagu. Meski penyalurannya telah mencapai lebih dari 80 persen, nilainya ini turun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Penurunan tersebut terutama berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) yang terealisasi Rp2,40 triliun, turun 57,62 persen, serta Dana Desa sebesar Rp489,07 miliar yang mengalami kontraksi 59,95 persen," kata Kanwil DJPb Riau, Meirijal Nur, Senin (26/10/2026).
Dia menyatakan, pertumbuhan belanja Pusat ditopang sejumlah komponen, terutama belanja modal yang meningkat signifikan.
Belanja modal terealisasi sebesar Rp924,99 miliar, tumbuh 228,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, belanja pegawai mencapai Rp4,08 triliun atau meningkat 36,26 persen, sedangkan belanja barang sebesar Rp2,05 triliun, tumbuh 10,90 persen.
Berbeda dengan ketiga komponen tersebut, belanja bantuan sosial justru turun 70,41 persen menjadi Rp7,20 miliar.
Peningkatan belanja pemerintah pusat, khususnya belanja modal, perlu diikuti pelaksanaan kegiatan yang efektif agar anggaran dapat memperkuat pelayanan publik, mendukung pembangunan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, beberapa komponen transfer masih mencatatkan pertumbuhan. Penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) mencapai Rp8,35 triliun atau meningkat 4,66 persen. Dana Alokasi Khusus (DAK) juga tumbuh 19,56 persen menjadi Rp3,61 triliun.
Namun, realisasi DAK tersebut didominasi DAK Nonfisik yang mencapai Rp3,60 triliun. Adapun DAK Fisik baru tersalurkan Rp12,90 miliar atau turun 87,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Penurunan sejumlah komponen transfer menjadi perhatian karena TKD merupakan salah satu sumber pendanaan bagi pemerintah daerah untuk menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.
Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk memastikan persyaratan penyaluran terpenuhi, perencanaan anggaran makin berkualitas, serta program berjalan sesuai jadwal.
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
DBH Merosot 57 Persen, Transfer Pusat ke Daerah Riau Turun
-
Mahasiswa Unri Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Satgas PKH Dievaluasi
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Riau, Minta Keadilan untuk Korban Karhutla
-
KPK Periksa Kepala Bapenda dan ASN Dinas PUPR Kuansing
-
PNM Temukan Potensi Besar dari Anak-anak Nasabah PNM Mekaar