- Dinas Lingkungan Hidup Natuna melaporkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat pada Selasa, 6 Oktober 2026.
- Penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla dari Sumatera dan Kalimantan berdampak di kawasan Bunguran Timur.
- Dinas Lingkungan Hidup Natuna mengimbau kelompok sensitif dan warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk mengenakan masker.
SuaraRiau.id - Kualitas udara di Kabupaten Natuna sedang kurang bersahabat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Natuna mengimbau masyarakat untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan hasil pemantauan per Selasa, 6 Oktober 2026, konsentrasi partikulat tercatat berada di angka 51,3 yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Dampak kabut asap ini salah satunya mulai terpantau jelas di kawasan Bunguran Timur.
Kondisi tersebut dikategorikan tidak sehat bagi kelompok sensitif, sehingga masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan udara yang kurang baik.
"Warga yang tetap harus melakukan kegiatan di luar rumah diimbau mengenakan masker untuk mengurangi paparan partikel di udara," ucapnya.
Ia menduga kualitas udara memburuk dipengaruhi oleh karhutla yang dibawa angin dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Pada saat pemantauan dilakukan, kata dia, kondisi cuaca tercatat bersuhu 28 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam dan tingkat kelembapan mencapai 80 persen.
DLH Natuna mengingatkan kelompok sensitif untuk lebih membatasi aktivitas di luar ruangan karena paparan udara dengan kualitas tidak sehat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.
Masyarakat juga diimbau segera mengurangi paparan apabila mengalami keluhan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara di wilayah tersebut.
"Selain penggunaan masker, masyarakat juga kita harapkan menjaga kondisi kesehatan dan memperhatikan perkembangan kualitas udara secara berkala," ujar dia. [Antara].
Baca Juga: CPO Turun, Harga TBS Sawit Petani Riau Ikut Terjun Jadi Rp3.733/Kg
Berita Terkait
-
CPO Turun, Harga TBS Sawit Petani Riau Ikut Terjun Jadi Rp3.733/Kg
-
Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah
-
Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!
-
Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan
-
Hukuman Abdul Wahid Diperberat Jadi Empat Tahun Penjara
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Udara Natuna Memburuk Imbas Asap Karhutla
-
CPO Turun, Harga TBS Sawit Petani Riau Ikut Terjun Jadi Rp3.733/Kg
-
Kabut Asap Karhutla, Pemkab Kuansing Kembali Minta Siswa Belajar dari Rumah
-
Pekanbaru Terapkan Pembelajaran Daring untuk Kesekian Kali, Dampak Kabut Asap!
-
Harga Bahan Makanan Naik Drastis, Emak-emak di Siak: Benar-benar Harus Ngirit