Eko Faizin
Selasa, 06 Oktober 2026 | 08:36 WIB
Ilustrasi kabut asap. [Antara]
Baca 10 detik
  • Pemkab Kuansing menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh selama dua hari pada 6 hingga 7 Oktober 2026.
  • Kebijakan belajar daring dikeluarkan karena wilayah Kuansing masih diselimuti kabut asap pekat akibat karhutla.
  • BPBD Riau menyatakan wilayahnya nihil titik api karena karhutla telah padam dan hujan sudah merata.

SuaraRiau.id - Tak hanya Pekanbaru, Pemkab Kuansing juga menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul kabut asap cukup pekat yang menyelimuti wilayah tersebut.

Kepala Disdikpora Kuansing H Herizon menjelaskan sistem PJJ atau belajar daring diterapkan selama dua hari yakni mulai Selasa hingga Rabu (6-7/10/2026).

"Pemberlakuan sistem PJJ tersebut dikarenakan saat ini wilayahnya masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan," katanya, Senin (5/10/2026).

Herizon meyampaikan, pelaksanaan PJJ tersebut disampaikan melalui surat edaran (SE) nomor 400.3.1/Disdikpora/2026/1359 tertanggal 5 Oktober 2026.

Menurutnya, SE itu ditujukan kepada seluruh Korwil Pendidikan, Pengawas, Kepala PAUD, SD, SMP Negeri dan Swasta se-Kuansing.

Tenaga pendidik tetap melaksanakan tugas seperti biasa, termasuk memberikan pembelajaran daring dari sekolah maupun tempat yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan kesehatan dan menggunakan masker.

Peserta didik tidak perlu hadir ke sekolah dan tidak diperkenankan mengikuti kegiatan di luar rumah yang mengharuskan mereka berada di luar ruangan secara langsung.

Keputusan memperpanjang pembelajaran daring diambil sebagai langkah perlindungan terhadap peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya aman.

"Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita menjadi prioritas. Dari laporan OPD terkait asap memang pekat dan udara tidak sehat," ungkap Herizon.

Terpisah, Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan saat ini titik karhutla yang sebelumnya sempat menyala sudah dilaporkan padam total.

“Riau saat ini sudah nihil Karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau,” katanya.

Namun, beberapa wilayah di Riau justru masih diselimuti oleh kabut asap. Hal tersebut diduga merupakan asap kiriman dari provinsi lain.

Pasalnya di Sumatera Selatan saat ini dilaporkan banyak ditemukan titik api. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab Riau masih diselimuti kabut asap.

Load More