- AJI Pekanbaru, PILI, dan Green for Riau Initiative menggelar workshop penguatan kapasitas homeless media di Riau.
- Kegiatan tersebut bertujuan menyampaikan pesan pencegahan kebakaran hutan, perubahan iklim, dan peluang ekonomi karbon melalui media digital.
- Peserta workshop dibekali materi pembuatan konten menarik, penerapan kode etik, serta strategi pencegahan penyebaran berita bohong.
SuaraRiau.id - Isu lingkungan kini tidak lagi cukup dibicarakan di ruang-ruang formal. Pesan tentang pentingnya menjaga hutan, mencegah kebakaran lahan, dan menghadapi perubahan iklim.
Tak hanya itu, peluang ekonomi karbon perlu disampaikan dengan cara yang dekat dan mudah dipahami masyarakat.
Di tengah perubahan pola konsumsi informasi, homeless media dinilai memiliki peran penting untuk memperluas suara tersebut.
Pandangan itu mengemuka dalam workshop yang membahas isu lingkungan, perubahan iklim, perdagangan karbon, serta penguatan kapasitas homeless media di Riau.
Kegiatan tersebut digelar atas kerja sama AJI Pekanbaru, PILI dan Green for Riau Initiative.
Ini merupakan bagian dari rangkaian upaya membangun jejaring kolaborasi dan mendorong lahirnya konten lingkungan yang menarik, informatif, sekaligus berdampak.
Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Riau, Abdul Madian, mengatakan kondisi cuaca yang sangat panas belakangan ini perlu menjadi perhatian bersama.
Cuaca ekstrem meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut.
Ia berharap para pegiat homeless media dapat membantu menyampaikan pesan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada masyarakat.
"Jangan membakar, karena gambut sangat sulit dipadamkan. Petugas yang melakukan pemadaman juga memiliki risiko," ujarnya.
Hasil workshop diharapkan dapat diterjemahkan menjadi komunikasi publik yang mampu mengajak masyarakat menjaga alam dan menghindari praktik pembakaran lahan.
Sementara, Country Coordinator UNEP UN-REDD Programme Indonesia Bambang Arifatmi dalam sambutan sesi Workshop mengungkapkan jika Riau saat ini tengah mengedepankan kampanye isu lingkungan dalam bentuk program Green for Riau Initiative.
Lebih dari sekadar memahami konsep lingkungan dan perdagangan karbon, peserta workshop didorong memiliki kemampuan mengemas isu tersebut menjadi cerita yang menarik.
Harapannya sederhana, isu lingkungan tidak berhenti menjadi dokumen, data, atau pembahasan di ruang seminar, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui berbagai platform digital.
"Kita harapkan teman-teman homeless media memahami isu lingkungan, perdagangan karbon dan sebagainya, sehingga meningkatkan keterampilan mengolah cerita-cerita konten yang menarik dan informatif," kata Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
47 Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Parah Akibat Gempa di NTT
-
Homeless Media, Instrumen Penting Bantu Suarakan Isu Lingkungan Dekat Masyarakat
-
Serentak di 131 Cabang, BRI KKB Expo 2026 Buka Jalan Punya Mobil Impian
-
CIMB Niaga Ungkap Potensi Ekonomi Daerah Sektor Sawit dan Migas di Riau
-
KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut