- Daops Manggala Agni Rengat dan tim gabungan memadamkan 22 hektare dari 114 hektare lahan terbakar.
- Kebakaran lahan gambut tersebut terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu sejak Agustus 2026.
- Petugas menghadapi kendala keterbatasan sumber air serta membagi tim menjadi beberapa kelompok untuk pemadaman.
SuaraRiau.id - Daops Manggala Agni Rengat telah memadamkan sekitar 22 hektare dari 114 hektare kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ada dua lokasi di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu).
Kepala Daops Manggala Agni Rengat, Muhammad Sodik mengatakan di Kabupaten Pelalawan kebakaran lahan terjadi pada Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan dengan luas 64 hektare. Hingga hari ke-12 operasi luas yang dipadamkan sekitar 11,05 hektare.
"Status belum padam, masih ada api aktif bawah, permukaan dan tajuk, serta pulau-pulau api. Jenis lahan tanah gambut, vegetasi semak belukar, pakisan dan akasia," katanya, Selasa (11/8/2026).
Selain Manggala Agni Daops Rengat, pemadaman juga dilakukan oleh TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran PT Gandaerah Hendana. Di samping ada juga dukungan helikopter waterbombing dan peralatan pendukung.
Kendala yang dihadapi lanjutnya yak jarak jangkauan titik api, sumber air terbatas, bahan bakar padat, arah angin berubah-ubah.
Untuk itu pemadam dibagi dua kelompok menyisir bara dari arah berbeda dan berpindah antar sumber air untuk efisiensi.
Kemudian lokasi kebakaran lahan kedua berada di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu.
Penanganan sudah memasuki hari ke-8 dengan luas terbakar 50 hektare dan yang telah dipadamkan 10,9 hektare.
Di lokasi ini tanahnya juga gambut dengan vegetasi semak belukar dan sawit yang merupakan hutan produksi yang dapat Dikonversi (HPK) dan lahan masyarakat.
Api memanjang 2,25 kilometer dari Barat ke Timur dan 3 km Utara–Selatan.
Selain Manggala Agni, juga dibantu oleh TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Inhu, Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Riau, RPK PT Teso Indah, PT MKS, dan PT TPP.
"Pembagian Tim berada di utara, barat, dan selatan dengan fokus kegiatan berupa pembukaan akses jalur masuk menggunakan alat berat, memutus penjalaran Kepala api, dan pembuatan embung sebagai sumber air," tegasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Sejumlah Sekolah di Pekanbaru Masih Tahan Ijazah Siswanya
-
Anggota DPRD Kampar Jadi Tersangka Perambahan Hutan untuk Kebun Sawit
-
Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan
-
Di Tengah Heboh Lapas Cibinong, Napi Narkoba Pekanbaru Kabur Belum Ditangkap
-
Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan