- BPBD Riau mencatat 159 desa di 12 kabupaten dan kota memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan.
- Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Siaga Darurat Karhutla dari tanggal 13 Februari hingga 30 November 2026.
- BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 46 titik panas di wilayah Provinsi Riau pada Jumat, 14 Agustus 2026.
SuaraRiau.id - BPBD Riau mencatat 159 desa dan kelurahan di daerah setempat memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tersebar di 65 kecamatan pada 12 kabupaten/kota.
Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal merinci sebaran desa rawan terbanyak berada di Rokan Hilir dengan 35 desa, disusul Indragiri Hilir 28 desa, Pelalawan 22 desa, dan Bengkalis 16 desa.
"Saat ini daerah rawan karhutla di Riau tersebar di 159 desa dan kelurahan. Semua itu tersebar di 65 kecamatan yang ada di 12 kabupaten dan kota," katanya, Jumat (14/8/2026).
Sementara wilayah lainnya di Kepulauan Meranti (14), Siak (11), Dumai (11), Indragiri Hulu (11), Kampar (4), Pekanbaru (4), serta Kuantan Singingi (2),dan Rokan Hulu (2).
Dia mengatakan Pemprov Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla terhitung mulai 13 Februari hingga 30 November 2026.
Penetapan status ini menjadi landasan penguatan mitigasi bencana di seluruh wilayah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.
"Di tengah potensi fenomena El Nino dan meningkatnya ancaman karhutla, penyampaian informasi publik mengenai prakiraan cuaca regional dan lokal melalui perlu semakin diintensifkan," ujar Edy Afrizal.
Dia menyatakan, manajemen perusahaan juga diharapkan lebih aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan platform informasi cuaca lainnya.
Sementara itu pada Jumat (14/8) BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi 489 titik panas (hotspot) wilayah Sumatera . Dari jumlah tersebut 46 diantaranya berada di Provinsi Riau.
Titik panas terbanyak terdapat di Kabupaten Bengkalis (16), disusul Pelalawan (11), Kuantan Singingi (5), Kampar (5), Rokan Hulu (4), Rokan Hilir (2), Siak (2), dan Indragiri Hilir (1).
Untuk Pulau Sumatera titik panas terbanyak berada di Sumatera Selatan (189), diikuti Lampung (116), Riau (46), Bengkulu (32), Sumatera Utara (27), Sumatera Barat (26), Jambu (24), dan Bangka Belitung (20). (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu
-
Klaim Karhutla Sudah Lenyap, BPBD: Asap di Riau dari Provinsi Tetangga
-
Heboh Napi Bisa Pakai HP, Lapas Ujungtanjung Angkat Bicara
-
Siak Kembali Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Level Tidak Sehat
-
Agung Nugroho: Jangan Ada Lagi Warga Pekanbaru yang Tak Punya Rumah